TRUNOJOYO-KP-24442-180341100078-LAPORAN PKL_KIKI TRIHANDAYANI_180341100078.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Abstract
Indonesia adalah negara yang memiliki luas perairan yang lebih besar
dibandingkan dengan daratannya. Indonesia merupakan negara maritim yang
memiliki potensi sumberdaya laut yang melimpah salah satunya sektor perikanan. Indonesia menjadi lintasan ikan untuk bermigrasi dari samudera Pasifik menuju
ke perairan Indonesia, sehingga hasil perikanan tangkap di Indonesia menjadi
suatu kegiatan yang cocok dilakukan. Letak Indonesia yang strategis membuat
perikanan tangkap sebagai kegiatan yang berperan penting di Indonesia, yaitu
sebagai sumber pangan khususnya protein, sumber pertumbuhan ekonomi, sumber
lapangan kerja, dan sumber devisa negara (Anjasmara dan Risca 2019). Pengelolaan sumberdaya laut secara baik di bidang perikanan merupakan aset
penting yang dimiliki negara. Sektor perikanan sangat bermanfaat bagi
masyarakat. Pengembangan sektor perikanan menjadi pengetahuan penting dan
perlu dikembangkan sebagai skala pencapaian pengembangan yang lebih baik. Pengembangan sektor perikanan merupakan pembangunan yang mencakup
seluruh aspek sumber daya manusia terutama nelayan, pembangunan infrastruktur, sara prasarana perikanan tangkap, hingga pengembangan kualitas produk
perikanan yang akan dikonsumsi dan menjadi produk ekspor (Ameriyani 2014). Produk ekspor berupa ikan memerlukan suatu proses pengujian kelayakan
produk serta sertifikasi kesehatan sesuai dengan persyaratan yang sesuai dengan
negara tujuan ekspor. Tujuan dari kegiatan sertifikasi ikan ekspor ialah untuk
menjamin ikan atau hasil perikanan dari wilayah Republik Indonesia terbebas
penyakit hingga tidak berpotensi mengandung bakteri yang dapat menularkan
penyakit pada manusia disertai dengan jumlah dan jeninya dokumen yang
menyertai. Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia mengatur
pengendalian sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan dalam peraturan
Nomor PER 19/MEN/2010. Pasal 1 ayat 1 Pengendalian adalah bentuk kegiatan
yang dilakukan oleh para ahli atau otoritas kompeten untuk melakukan langkah
verifikasi terhadap kesesuaian antara penerapan sistem mutu oleh oleh pelaku usaha dengan peraturan/ketentuan dengan tujuan memberikan jaminan keamanan
dan mutu produk hasil perikanan (Flikhah 2016). Identifikasi bakteri merupakan hal penting yang perlu dilakukan dalam
pengujian mutu. Bakteri Escherichia coli merupakan contoh bakteri yang mampu
menyebabkan kerusakan dan penurunan kualitas produk perikanan. Kualitas
produk menjadi sebuah aspek penting dalam proses pemasaran hasil pengolahan
produk perikanan. Identifikasi sebaran bakteri Escherichia coli menjadi hal
penting yang harus dilakukan untuk menjamin kualitas produk sebelum proses
pemasaran. Teknik identifikasi Escherichia coli pada produk perikanan wajib
dilakukan dengan metode yang runtut dan benar untuk mendapatkan hasil
pengujain yang valid. Hal inilah yang menjadi latar belakang kegiatan praktik
kerja lapang identifikasi Escherichia coli pada produk perikanan di UPT.PMP2KP
Surabaya. Data identifikasi Escherichia coli diperoleh dari pengujian di
laboratorium mikrobiologi UPT. PMP2KP.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM KIKI TRIHANDAYANI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | IKAN KAKAP; UPT. PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN SURABAYA |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:11 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6964 |
