PENERAPAN SISTEM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROSES PRODUKSI KOPI (Coffea sp.) DI PT. CAHAYA PASIFIK RAYA TULUNGAGUNG

SINGGY CAHYO PUTRO PRATOMO (2022) PENERAPAN SISTEM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROSES PRODUKSI KOPI (Coffea sp.) DI PT. CAHAYA PASIFIK RAYA TULUNGAGUNG. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24430-190331100075-Singgy Cahyo P.P. _190331100075_K3PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24430-190331100075-Singgy Cahyo P.P. _190331100075_K3PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Kopi adalah salah satu komoditas hasil perkebunan yang mengalami
dinamika pada produksinya, baik di pasar global maupun lokal (Jaya et al.,
2019). Di Indonesia kapasitas produksi kopi cukup tinggi pada setiap tahunnya,
meskipun varietas ini tergolong sebagai hasil perkebunan tahunan (Saolan et al.,
2020). Menurut data International Coffee Organization (ICO) yang dikutip dalam
artikel ilmiah karya Jaya et al., (2019), pada tahun 2018 produksi kopi di
Indonesia mencapai 565,08 ton atau sebesar 5,53% dari total produksi kopi
dunia. Sehingga Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor utama kopi
dunia selain Brazil, Kolombia dan Ethiopia. Dari total produksi kopi di Indonesia,
sekitar 67% diekspor, sedangkan sisanya (33%) digunakan untuk kebutuhan
pasar lokal (Budiharjono dan Fahmi, 2020).
Berdasarkan hasil survei LEPM UI tahun 1989 yang dikutip dalam artikel
ilmiah karya Budiharjono dan Fahmi (2020), tingkat konsumsi kopi pada pasar
domestik sebesar 500 g per kapita per tahun. Disisi lain, pada beberapa tahun ini
kalangan pengusaha kopi melakukan perkiraan tingkat konsumsi kopi dalam
negeri telah mencapai 800 g per kapita per tahun. Sehingga terjadi peningkatan
300 g per kapita per tahun dalam kurun waktu 20 tahun (Budiharjono dan Fahmi,
2020). Hal itu menyebabkan semakin banyak tenaga kerja yang dibutuhkan
untuk memenuhi tujuan tersebut. Secara teori beberapa aspek yang
mempengaruhi faktor produksi meliputi alam, modal, tenaga kerja dan
manajemen. Sedangkan secara praktik, faktor biologi dan faktor sosial ekonomi
(biaya produksi, harga, tenaga kerja, tingkat pendidikan, risiko dan
ketidakpastian serta kelembagaan) juga ikut memiliki pengaruh pada
keberhasilan produksi (Putri et al., 2018).
Keberhasilan suatu produksi tentunya memiliki keterkaitan erat dengan
tenaga manusia yang digunakan. Sehingga kesejahteraan tenaga manusia yang
dilibatkan mempengaruhi produktivitas produksi. Keselamatan dan kesehatan
kerja menjadi salah satu faktor penentu kesejahteraan serta kenyamanan dalam
bekerja. Dengan alasan tersebut, penulis melakukan observasi terkait penerapan
sistem Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di PT. Cahaya Pasifik Raya
Tulungagung. Khususnya penerapan K3 pada proses produksi kopi. Perusahaan
ini bergerak di bidang produk pangan yaitu kopi. Selain produk kopi dan
turunannya, perusahaan ini juga memproduksi cokelat bubuk, lada bubuk dan lain-lain. akan tetapi produk kopi adalah produk utama dari PT. Cahaya Pasifik
Raya Tulungagung. Penerapan K3 juga telah diatur dalam undang-undang. Yaitu
undang-undang Nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, undang-undang
nomer 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan undang-undang nomer 36
tahun 2009 tentang kesehatan kerja (Darmayanti, 2018).
Meskipun telah terdapat acuan hukum mengenai keselamatan dan
kesehatan kerja, namun tidak jarang sebuah perusahaan kurang memperhatikan
hal tersebut. Fakta dilapangan menunjukan bahwa kecelakaan kerja non-fatal
hampir seribu kali lebih banyak dari kecelakaan kerja fatal. Hal ini diperkirakan
dialami 374 juta pekerja setiap tahun, dan banyak dari kecelakaan ini memiliki
konsekuensi yang serius terhadap kapasitas penghasilan para pekerja (saoring,
2021). Maka dari itu perlu dilakukan pengendalian bahaya dengan menemukan
potensi bahaya yang ada pada tempat kerja, kemudian dilakukan identifikasi
bahaya. Selanjutnya setelah berhasil melakukan identifikasi sumber bahaya yang
ada, maka perlu dievaluasi tingkat risikonya terhadap para pekerja. Dengan
begitu hal-hal yang tidak diharapkan dari peristiwa kecelakaan kerja bisa dicegah
(Mindhayani, 2020). Standar yang digunakan dalam acuan pembuatan laporan
adalah ISO 45001, hal ini dikarenakan standar tersebut merupakan acuan
terbaru dalam penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja. Terkhusus
pada klausul 8 ISO 45001:2018, dikarenakan klausul ini merupakan inti dari
penerapan ISO 45001:2018. Sehingga dengan penerapan yang telah memenuhi
standar maka dapat tercipta produktivitas yang baik dalam bekerja.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
SINGGY CAHYO PUTRO PRATOMO
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3); PROSES PRODUKSI; KOPI; PT. CAHAYA PASIFIK RAYA TULUNGAGUNG
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 13:08
Last Modified 24 Oct 2026 16:50
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6919

Actions (login required)

View Item
View Item