TRUNOJOYO-KP-24421-190331100092-Jihan Shafira Wardhani_190331100092_Teknologi Industri Pertanian.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia sebagai negara agraris memiliki keanekaragaman hayati yang
cukup melimpah salah satunya tebu. Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.)
merupakan salah satu komoditas utama di Indonesia yang mempunyai nilai
ekonomi cukup tinggi karena digunakan sebagai bahan baku dalam memproduksi
gula, sehingga terus diupayakan peningkatan produksinya. Gula merupakan salah
satu kebutuhan pokok manusia terpenting nomor dua setelah beras sebagai
sumber kalori yang relatif murah dan mudah didapatkan. Pada umumnya
masyarakat mengonsumsi gula untuk mengawetkan makanan dan sebagai
pemanis (Isnaini et al., 2015). Kebutuhan Indonesia akan gula akan terus
meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kenaikan
pendapatan. Untuk menjamin keuntungan semua pihak, baik dari sisi produsen
maupun konsumen, maka proses produksi pembuatan gula harus efisien sehingga
dapat menghasilkan produk sesuai kualitas dan kuantitas yang diharapkan dengan
biaya seminimal mungkin (Robyanto et al., 2013).
PT Madubaru merupakan salah satu industri gula yang berada di
Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perusahaan ini bergerak
dibidang agroindustri dan pengolahan gula sebagai produk utamanya. PT
Madubaru dibangun pada tahun 14 Juni 1955 atas prakarsa Sri Sultan Hamengku
Buwono IX dan diresmikan pada tanggal 29 Mei 1958 oleh Ir. Soekarno. Pabrik
gula PT Madubaru ini memulai produksi pertamanya pada tahun 1958. Pabrik ini
memanfaatkan limbah sisa produksi gula yang dimanfaatkan sebagai bahan
bakar. Pemanfaatan limbah ini bertujuan agar menghemat pengeluaran
perusahaan.
Perkembangan zaman dan teknologi telah membawa perubahan besar
bagi dunia perindustrian. Pada industri pembuatan gula, didominasi dengan
proses produksi menggunakan teknologi kristalisasi. Pembuatan gula merupakan
proses pembentukan kristal gula yang berasal dari larutan nira. Pada proses
pembuatan gula terdapat proses kristalisasi yang merupakan suatu fase homogen
untuk memisahkan padatan dan cairan melalui fase cair ke padat dengan cara
pendinginan, penguapan, atau kombinasi keduanya hingga membentuk butir-butir
padat. Kristalisasi dalam pengolahan gula bertujuan untuk memperoleh kristal gula
sebanyak-banyaknya (Bantacut, 2013). Seperti halnya pada tujuan proses pengolahan di pabrik yakni untuk mendapatkan produksi gula yang setinggi
mungkin dan mengurangi kehilangan nira sekecil mungkin selama proses
produksi.
Pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap gula pasir yang tak sedikit,
membuat produsen saling bersaing untuk menghasikan produk sesuai dengan
keinginan konsumen. Untuk menghasilkan produk tersebut, maka diperlukan
produk dengan kualitas tinggi dengan pengembangan produk serta pengawasan
mutu yang memenuhi standar SNI. Bahan baku tebu merupakan tanaman
semusim yang hanya berproduksi satu tahun sekali. Oleh karena itu diperlukan
kegiatan proses produksi secara kontinyu agar mesin-mesin dapat beroperasi
secara efektif dan efisien, serta tidak mengakibatkan rusaknya bahan baku.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM JIHAN SHAFIRA WARDHANI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | GULA; PT MADUBARU (PG. MADUKISMO) YOGYAKARTA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:07 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6900 |
