TRUNOJOYO-KP-24417-180331100093-LAPORAN PKL_180331100093_MILAH.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Tanaman karet (Havea brasiliensis) adalah tanaman yang berasal dari
Negara Brazil. Tanaman tersebut salah satu tanaman yang paling utama dalam
pembuatan karet alam dunia. Tanaman karet merupakan tanaman perkebunan yang
tumbuh diberbagai daerah di Indonesia. Di Indonesia sendiri tanaman karet ini
berperan sangat penting bagi masyarakat untuk menunjang kehidupan
perekonomian masyarakat Indonesia. Tanaman karet tidak hanya dikelola oleh
perusahan besar milik Negara yang mimiliki lahan besar sampai ratusan hektar
tetapi juga dikelola oleh swasta atau rakyat (Hasibuan et al. 2016). Indonesia
merupakan salah satu penghasil karet alam terbesar kedua setelah Thailand. Karet
alam adalah suatu komoditas strategis yang banyak di dominasi oleh karet rakyat.
Luas areal perkebunan karet rakyat telah mencapai 84% dari total areal dan hasil
produksinya mencapai 72% dari total produksi. Tahun 1993 produktivitas karet
rakyat tercatat sebanyak 650 kg karet kering per ha, sedangkan PTP (Perusahaan
Besar Negara) mencapai 1.100 kg per ha dan PBS (Perusahaan Besar Swasta)
mencapai 1.200 kg per ha yang dimana telah mengalami peningkatan produktivitas
dari tahun sebelumnya (Nancy 1997). Disamping potensi produksi pertahun dari
produk perkebunan karet harus memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Menurut
Badan Pusat Statistik (BPS), hasil ekspor karet alam Indonesia pada tahun 2018
mencapai 5.154 ton dengan nilai US$ 7,38 juta (Kusnandar 2019).
Perkebunan Renteng adalah salah satu bagian dari PT Perkebunan
Nusantara XII (PTPN XII) yang terletak di Jenggawah-Jember, Jawa Timur.
Perkebunan Nusantara XII ini bergerak dalam bidang produk karet, kopi arabika,
kopi robusta, kakao edel, kakao bulk, teh, aneka kayu, dan tebu. PT Perkebunan
Nusantara XII merupakan anak usaha Perkebunan Nusantara III yang didirikan
pada 11 Maret 1996 dengan kantor pusat yang terletak di Surabaya, Jawa Timur,
Indonesia, yang merupakan gabungan dari 3 buah PT Perkebunan (PTP) yang ada
di Jawa Timur yaitu PTP XXIII, PTP XXVI dan PTP XXIX yang menjadi PT
Perkebunan Nusantara XII (Persero) berdasarkan PP No. 17 Tahun 1996.
Komposisi kepemilikan saham meliputi untuk Negara 10% dan 90% saham dari pemerintahan Indonesia telah dialihkan ke PTPN III (Persero) yang dimana
menjadikan PTPN III sebagai holding BUMN Perkebunan di Indonesia.
Proses produksi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan
melibatkan tenaga manusia, bahan dan peralatan dengan tujuan menghasilkan suatu
produk yang berguna. Selain itu, proses produksi juga sebagai kegiatan pengolahan
dari bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi. Hasil dari proses
produksi itu akan menambah nilai guna bagi suatu produk berupa barang ataupun
jasa sehingga memiliki manfaat bagi masyarakat atau konsumen (Herawati dan
Mulyani 2016). Untuk menghasilkan karet sheet perlu dilakukan beberapa tahapan
komersial yang dimulai dari proses penyadapan sampai dengan pengemasan. Karet
sheet dengan kualitas tinggi maka perlu menekankan terhadap kegagalan dalam
tahapan produksi diantaranya dari pemilihan bahan baku, proses pengasapan yang
kurang maksimal, iklim, penambahan bahan tambahan yang berlebihan. Praktik
Kerja Lapang ini dilakukan untuk mempelajari proses produksi RSS (Ribbet Smoke
Sheet) di PTPN XII Kebun Renteng.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MILAH |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | PROSES PRODUKSI; KARET; PTPN XII KEBUN RENTENG KABUPATEN JEMBER, JAWA TIMUR |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:07 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6891 |
