TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24408-ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (274kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24408-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (778kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24408-CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (304kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24408-CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (669kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24408-CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24408-CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24408-CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (288kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24408-REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (447kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24408-APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (793kB)
Abstract
Ekosistem mangrove merupakan salah satu wilayah yang banyak berperan dalam menyeimbangkan kualitas lingkungan dan menetralisir bahan-bahan pencemar. Ekosistem mangrove merupakan daerah asuhan hewan-hewan muda yang akan bertumbuh kembang menjadi hewan-hewan dewasa dan juga merupakan daerah pemijahan beberapa satwa dan biota perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan kerapatan ekosistem mangrove dengan menggunakan dua metode yang berbeda di wilayah ekowisata mangrove Desa Bancaran, Bangkalan. Metode yang digunakan yaitu metode Hemispherical Photography dan pemanfaatan data penginderaan jauh. Data citra satelit yang digunakan adalah data citra multitemporal Sentinel-2 tahun 2021. NDVI dan GNDVI digunakan untuk monitoring kerapatan vegetasi mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 jenis mangrove yang ditemukan yaitu Avicennia alba, Sonneratia alba dan Rhizophora mucronata. Rhizophora mucronata merupakan jenis yang paling dominan dibandingkan dengan jenis lainnya. Lebih lanjut, Hemispherical Photography memperoleh nilai kerapatan mangrove sebesar 83,19% yang artinya kondisi mangrove dilokasi penelitian dalam kondisi sehat. Selain itu, hasil pengolahan citra dengan menggunakan 2 indeks vegetasi juga menunjukkan kondisi mangrove yang rapat. Hasil perhitungan RMSE dengan menggunakan NDVI (1.1842) mempunyai nilai yang lebih kecil dibandingkan GNDVI (1.47448). Hal ini menunjukkan bahwa NDVI lebih mampu menilai kerapatan mangrove dibandingkan GNDVI.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ERIKA QURROTUL ` AINI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Pemetaan; Mangrove; NDVI; GNDVI; Sentinel-2; hemispherical photograpy |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:07 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6863 |
