TRUNOJOYO-KP-24381-180341100033-Dwi syadina putri_180341100033_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (617kB)
Abstract
Masalah sampah hingga saat ini masih belum menemukan solusi
yang efektif. Produksi sampah setiap tahun meningkat diiringi dengan
peningkatan jumlah populasi penduduk dan pembangunan Kawasan
industri. plastik telah menyumbang sebanyak 10% dari total sampah yang
ada di bumi. Produksi plastik di dunia mengalami peningkatan setiap tahun
dan pada tahun 2015 telat tercatat sebanyak 322 juta ton sampah. Plastik
yang dibuang ke alam sebagian besar tidak didaur ulang terlebih dahulu,
selanjunya plastik tersebut akan menumpuk di lautan. Menurut Moore
(2008) sekitar 60% – 80% sampah yang berada dilautan adalah berasal dari
sampah plastik. Plastik yang telah masuk kedalam lingkungan lalu
terdegradasi dan membentuk serpihan kecil berukuran mikro yang disebut
mikroplastik.
Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik terbesar
kedua dengan jumlah 0.48 – 1.29 juta metrik ton plastik/ tahun, menyusul
China (Jambeck et. al 2015). Mikroplastik yang terbuang ke lingkungan
akan bermuara di lautan, akibatnya lautan dan pesisir akan terjadi
penumpukan sampah plastik. Menurut Widianarko et. al (2003)
menyebutkan bahwa Pantai Utara Jawa telah terancam berbagai macam
pencemaran dari limbah domestic, limbah pabrik, industri dan lain
sebagainya. Tingginya tingkat pencemaran pada pesisir utara jawa
disebabkan oleh aktivitas manusia pada Kawasan ini sangat tinggi dan dapat
memicu penumpukan sampah plastik yang juga semakin tinggi (Widianarko
dan Hantoro 2018).
Mikroplastik menjadi polutan atau pencemar baru bagi lingkungan
saat ini. Ukuran mikroplstik yang sangat kecil dan tidak dapat terlihat secara
langsung menjadi ancaman besar bagi lingkungan dan kesehatan.
Mikroplastik kemungkinan besar akan tertelan oleh biota laut seperti ikan
dan Bivalvia. Mikroplastik yang telah tertelan oleh biota akan membahayakan bagi biota tersebut dan juga bagi makhluk hidup lain yang
memakannya, khususnya manusia. Sifat toksisitas yang tinggi dari
mikroplastik yang dapat menyebabkan mikroplastik sangat berbahaya
berada dilingkungan. Sifat toksisitas plastik tersebut berasal dari bahan
pembentuk dari plastik berupa senyawa kimia berbahaya dan dapat
menyerap kontaminan selama berada dilingkungan (Rochman, 2015)
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Dwi Syadina Putri |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | MIKROPLASTIK; PESISIR KECAMATAN GRESIK, KABUPATEN GRESIK |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:05 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6789 |
