TRUNOJOYO-KP-24369-190331100104-Moch Ilyas Permadi#190331100104#Laporan Lengkap PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Perkembangan dunia usaha yang begitu cepat di era globalisai ini baik di
bidang usaha industri manufktur maupun jasa yang didukung berkembangnya
tekhnologi arus informasi melalui berbagai alat atau media komunikasi yang
canggih, cepat dan akurat, maka perusahaan dituntut untuk dapat menempatkan
dan mempertahankan produknya ditengah-tengah ketatnya persaingan. Dalam
menghadapi persaingan tersebut, perusahaan diharapkan dapat menentukan
strategi operasi untuk kemajuan suatu perusahaan.
Gudang merupakan bagian penting dalam sebuah perusahaan.
Kegiatan pergudangan (warehousing) harus memiliki sistem penyimpanan yang
baik agar dapat menunjang kelancaran proses produksi maupun aktivitas–
aktivitas pergudangan. Namun suatu gudang (warehouse) dapat dikatakan efektif
dan efisien dapat dilihat dalam berbagai aspek, salah satunya adalah
penyimpanan material ataupun produk. Tempat penyimpanan bahan baku atau
gudang (warehouse) pada perusahaan pada umumnya terbagi atas beberapa
penyimpanan yaitu material bahan baku, material work in process. Gudang dan
pergudangan penting bagi perusahaan karena dapat mempengaruhi pendapatan
perusahaan. Sistem pergudangan yang kurang baik dapat menyebabkan adanya
barang kadaluarsa, kehilangan barang dan lain sebagainya yang pada akhirnya
mengurangi pendapatan perusahaan. Pergudangan yang baik adalah
pergudangan yang memiliki sistem pelayanan yang baik. Sistem pelayanan yang
baik mencakup adanya jaminan keamanan, kemudahan akses informasi keluar,
informasi masuk, dan penyimpanan barang, serta kesesuaian kondisi lingkungan
fisik bagi barang yang disimpan.
Pada hakekatnya pergudangan merupakan suatu proses kegiatan
logistik/barang dalam gudang, baik yang bersifat administratif maupun
oprasional yang berhubungan dengan penatausahaan, tata kerja dan tata
ruang. Yang di mulai dari kegiatan penerimaan, pencatatan, pemasukan,
penyimpanan, pengaturan, pembukuan, pemeliharaan, pengeluaran dan
distribusi yang berakhir pada laporan pertanggung jawaban pengelola
gudang. Rangkaian tersebut untuk mendukung suatu sistem unit kerja
agar tercapai tujuan efektifitas dan efisiensi organisasi secara
keseluruhan. Oleh karena itu kegiatan penggudangan tidak sekedar
kegiatan memasukan barang dalam ruang penyimpanan barang
(gudang), namun kegiatan penggudangan mempunyai makna yang lebih yaitu diperlukannya suatu perencanaan, pengorganisasian dan
pengendalian logistik/barang.
PT. Madubaru memiliki prinsip zero waste yakni tidak adanya sisa atau
limbah yang dibuang. Maka dari itu PT. Madubaru memiliki 2 hasil output yakni
gula pasir dan juga spirtus. Oleh sebab itu perlu dilaksanakan Praktik Kerja
Lapang (PKL) di PT. Madubaru ini:
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MOCH ILYAS PERMADI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | PABRIK GULA; PT. MADUBARU YOGYAKARTA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:05 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6759 |
