TRUNOJOYO-KP-24368-190321100075-PT ALAM SEMESTA AGRO KEDIRI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Jagung merupakan komoditi yang strategis dan bernilai ekonomis, serta
mempunyai peluang untuk dikembangkan karena kedudukannya sebagai sumber
utama karbohidrat protein setelah beras. Selain itu, jagung juga berperan sebagai
pakan ternak bahan baku industri dan rumah tangga (Ditjen Tanaman Pangan
2022). Beberapa tahun terakhir, kebutuhan jagung terus meningkat. Rata-rata
kebutuhan jagung domestik setiap tahun meningkat sebesar 6,6% sementara laju
produksi hanya sebesar 2,5% setiap tahun. Hal ini membuktikan walaupun
ditingkatkan produksinya, permintaan terhadap jagung akan tetap nyata (effective
demand).
Dari segi produksi, jagung saling berkompetisi dengan pangan lainnya dalam
penggunaan sumber daya lahan terutama pada lahan kering, sehingga dapat
dikatakan bahwa baik langsung maupun tidak langsung perkembangan harga
jagung akan ikut mempengaruhi harga komoditas-komoditas lain secara umum
atau setidaknya bagi beberapa komoditas pangan. Produksi jagung nasional
setiap tahun selalu meningkat, tetapi sampai saat ini belum mampu memenuhi
kebutuhan domestik hingga sekitar 11 juta ton per tahun, sehingga masih
mengimpor hingga 1 juta ton. Sebagian besar jagung domestik untuk pakan atau
industri pakan memasok 57% dari kebutuhan nasional, sisanya sekitar 34% untuk
pangan, dan 9% untuk kebutuhan industri lainnya (Mejaya, 2005).
Seiring meningkatnya jumlah penduduk dipastikan kebutuhan jagung juga
akan terus meningkat. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian selama 5
tahun terakhir (2014-2018), memperkirakan produksi jagung nasional mengalami
peningkatan pertumbuhan luas panen 11% pertahun sejak 2014-2018 disertai
produktivitas 1,42%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan Kementerian
Pertanian mengenai produksi jagung Indonesia tahun 2014-2018. Salah satu cara
untuk meningkatkan hasil produksi jagung adalah dengan menggunakan varietas
unggul. Pemilihan varietas jagung unggul, baik komposit maupun hibrida telah
memberikan peningkatan produktivitas ataupun produksi jagung nasional.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Setimela et al, (2009), varietas unggul
ini didapatkan dari hasil persilangan dari 2 tetua jantan dan betina yang sama-
sama memiliki sifat unggul yang disebut juga dengan hibrida. Dari persilangan ini diharapkan kedua sifat yang unggul pada kedua tetua tersebut dapat terekspresi
pada F1. Maka dari itu perlu adanya uji sample benih jagung yang dipasarkan
untuk mengetahui tingkat produksi pada pertumbuhan jagung.
PT. Alam Semesta Agro (ASA) yang merupakan salah satu perusahaan di
Kediri yang berperan sebagai produsen benih jagung nasional. Mereka
menunjukkan sample tanaman jagung dari benih yang diproduksi. Tentu tindakan
ini akan lebih mengontrol kualitas benih yang akan diproduksi dan menjamin mutu
benih, karena dalam memproduksi benih jagung, PT. ASA juga memantau kualitas
benih jagung yang mereka produksi, sehingga dapat menciptakan benih yang
unggul.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ADIHAN FAIZATUL ILMA; SALVA SALSABILA |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | MANAJEMEN PRODUKSI; MANAJEMEN QUALITY CONTROL; BENIH JAGUNG HIBRIDA; PT ALAM SEMESTA AGRO KEDIRI |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:05 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6757 |
