TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24349-ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (91kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24349-CHAPTER I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (78kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24349-CHAPTER II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24349-CHAPTER III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24349-CHAPTER IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24349-CHAPTER V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (65kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24349-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (12MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24349-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (719kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24349-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (93kB)
Abstract
Ekosistem mangrove berada di daerah yang dipengaruhi oleh aktivitas pasang surut air laut. ekosistem mangrove menjadi habitat bagi berbagai macam biota, salah satunya adalah makrozoobenthos.makrozoobenthos berperan makrozoobenthos berperan untuk membantu mempercepat proses dekomposisi dan mineralisasi materi organik, selain itu makrozoobenthos dapat dijadikan sebagai bioindikator akibat pola hidupnya yang menetap. Ekowisata merupakan transformasi suatu suatu wilayah yang memberikan jasa dari sumberdaya alam untuk kepuasan manusia, salah satunya adalah Ekowisata Mangrbove Pantai Lembung Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui struktur komunitas dan kelimpahan makrozoobenthos, kualitas perairan dan hubungan kerapatan mangrove terhadap kelimpahan makrozooobenthos serta hubungan persentase tutupan mangrove terhadap kelimpahan makrozoobenthos di kawasan Ekowisata Mangrbove Pantai Lembung Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. Makrozoobenthos yang ditemukan di seluruh stasiun pengambilan sampel terdiri dari 19 spesies dengan jumlah individu sebanyak 1285. Nilai tertinggi kelimpahan individu dan relatif adalah spesies Cerithium coralium. Indeks ekologi yang didapat menunjukkan kriteria indeks keanekaragaman (H’) sedang, di setiap stasiun, indek keseragaman (E) sedang hingga tinggi dan nilai indeks dominansi (C) rendah. Seluruh hasil pengukuran kualitas air yang terbatas pada salinitas, suhu, DO dan pH perairan masih memenuhi baku mutu yan g tertera pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004. Sehingga kualitas perairan ekowisata mangrove lembung masih memenuhi kriteria baik. Hasil regresi hubungan kerapatan mangrove terhadap kelimpahan makrozoobenthos mendapat hasil Koefisien determinasi (R2) yang diperoleh adalah R² 0,4491. Yang berarti kekuatan kerapatan mangrove memiliki pengaruh sebesar 44,9% terhadap kelimpahan makrozoobenthos. Nilai korelasi (r) yang diperoleh adalah r= 0,669330114. Berdasarkan nilai korelasi r= 0,669330114 termasuk pada korelasi kuat sehingga kerapatan mangrove di ekowisata mangrove lembung memiliki pengaruh yang kuat terhadap kelimpahan makrozoobenthos.Hasil regresi hubungan persentase tutupan kanopi mangrove terhadap kelimpahan makrozoobenthos mendapat hasil koefisien determinasi (R2) yang diperoleh adalah R² 0,0203. Yang berarti tutupan kanopi mangrove memiliki pengaruh sebesar 2,03% terhadap kelimpahan makrozoobenthos. Nilai korelasi (r) yang diperoleh adalah r 0,142432016. Berdasarkan nilai korelasi r 0,142432016 termasuk pada korelasi sangat lemah.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RIFANI DWI TAURIQIE |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | Mangrove, Struktur Komunitas, Makrozoobenthos, Ekowisata, Desa Lembung |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:04 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6693 |
