SERTIFIKASI DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL TANGKAPAN IKAN MANYUNG (Arius thalassinus) DAN IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus bitaeniatus) DI UPT PPP MAYANGAN PROBOLINGGO

Wiqoyah Elma Wahyuni (2022) SERTIFIKASI DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL TANGKAPAN IKAN MANYUNG (Arius thalassinus) DAN IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus bitaeniatus) DI UPT PPP MAYANGAN PROBOLINGGO. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24341-190351100049-Wiqoyah Elma Wahyuni-190351100049-Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24341-190351100049-Wiqoyah Elma Wahyuni-190351100049-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) merupakan surat keterangan
menyatakan bahwa hasil perikanan yang akan diekspor bukan dari kegiatan
illegal, Unreported and Unregulated (IUU) fishing. SHTI-Lembar Awal yaitu
surat keterangan yang memuat informasi hasil tangkapan ikan yang didaratkan
dari kapal penangkap ikan untuk tujuan pencatatan. SHTI-Lembar Turunan yaitu
surat keterangan yang memuat informasi sebagian atau seluruh hasil tangkapan
ikan sesuai dengan lembar awal sebagai dokumen yang menyertai produk
perikanan yang dipasarkan ke Uni Eropa. SHTI-Lembar Turunan yang
disederhanakan adalah surat keterangan yang memuat informasi hasil tangkapan
ikan yang didaratkan dari kapal penangkap ikan sebagai dokumen yang menyertai
produk perikanan yang dipasarkan ke Uni Eropa (Gumilang et al., 2014).
Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) yaitu sebagai pedoman bagi
aparat pemerintah, khususnya petugas di pelabuhan perikanan dan pelaku usaha
dalam melaksanakan sertifikasi terhadap ikan hasil tangkapan. SHTI juga
membantu kelancaran kegiatan perdagangan hasil tangkapan ikan yang berasal
dari kapal-kapal penangkap ikan berbendera Indonesia maupun dari impor. SHTI
juga mendukung upaya nasional dan internasional dalam memberantas
(menghindari, melawan dan memerang) kegiatan IUU fishing (Malang et al.,
2017).
Pelabuhan Perikanan Mayangan kota Probolinggo mulai didirikan pada
tahun 2000 disaat Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Mayangan dibangun dengan
gabungan dana dari APBN, APBD Provinsi Jawa Timur, APBD Kota Probolinggo
serta dana luar negeri SPL-OECF. PPI ini kemudian meningkat menjadi
pelabuhan Perikanan pantai di tahun 2004 dengan nama Unit Pengelola Pelabuhan
Perikanan Pantai Mayangan (UPPP Mayangan) pada tanggal 23 Mei 2014. Tujuan
dibangunnya pelabuhan perikanan Mayangan kota Probolinggo yaitu sebagai
penampung dan melayani aktifitas perekonomian berbasis perikanan yang
dilakukan oleh nelayan asli kota Probolinggo maupun pendatang (Priatmoko,
2019).

Ikan kakap merah (Lutjanus sp) yaitu salah satu jenis ikan yang banyak
hidup di dasar perairan terutama di dasar perairan yang banyak ditumbuhi dengan
terumbu karang atau di perairan yang banyak di pasang benda-benda sebagai
pengganti terumbu karang. Ikan kakap merupakan ikan dasar yang selalu tertutup
karang, tandes atau rumpon. Berdasarkan hasil produksi ikan kakap merah selama
1 tahun di UPT PPP Mayangan, Probolinggo yaitu terdapat 13,7 ton dan ikan
kakap merah sendiri berada di posisi 12 dari 28 jenis hasil tangkapan ikan. Ikan
kakap merah adalah salah satu jenis ikan konsumsi yang memiliki potensi besar
untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Selain
kandungan gizi yang tinggi limbah ikan kakap bisa dimanfaatkan menjadi suatu
produk yang memiliki nilai jual tinggi, seperti tulang-tulang ikan kakap merah
digunakan sebagai bahan dasar fillet, sisik ikan kakap digunakan sebagai bahan
darah pembuatan aksesoris (Muninggar, 2008).
Ikan manyung (Arius thalassinus) merupakan salah satu komoditas
perikanan yang cukup potensial untuk dikembangkan. Ikan manyung (Arius
thalassinus) ini mengandung protein tinggi sehingga manfaat ikan manyung bagi
manusia adalah untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit-penyakit
degeneratif maka dari itu nilai jual ikan manyung yang relatif terjangkau bagi
semua kalangan ekonomi masyarakat. Ikan manyung yaitu ikan laut yang
ditangkap dan diolah sebagai ikan asin yang disebut jambal roti. Ikan ini adalah
anggota bangsa ikan berkumis. Berdasarkan hasil produksi ikan manyung di UPT
PPP Mayangan, Probolinggo selama 1 tahun yaitu terdapat 7,3 ton dan Ikan
manyung sendiri berada di posisi ke 22 dari 28 jenis hasil tangkapan ikan.
Pemanfaatan cukup luas, khususnya di kawasan Pantai Utara Jawa. Selain
dagingnya sebagai ikan asin, kepala ikan manyung digulai, dimangut, atau diasap
menjadi makanan khas pantai utara Jawa (Pantura) (Sari Bu, 2013).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Wiqoyah Elma Wahyuni
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords IKAN MANYUNG; IKAN KAKAP MERAH; UPT PPP MAYANGAN PROBOLINGGO
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 13:03
Last Modified 24 Oct 2026 16:50
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6669

Actions (login required)

View Item
View Item