TRUNOJOYO-KP-24327-180311100044-LAPORAN PKL_DESSY RAHMAYANI_180311100044_Agroteknologi18 B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Pembelajaran di perguruan tinggi pada program S1 masih terbatas pada
pemberian teori dan praktek dalam skala kecil. Pemahaman dan pemecahan
mengenai masalah yang muncul menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan
dan dipelajari oleh mahasiswa yang akan dihadapi di dunia kerja, maka
mahasiswa perlu melakukan kegiatan pelatihan kerja secara langsung di instansi
atau lembaga yang relevan dengan program pendidikan yang diikuti. Salah satu
program yang dapat ditempuh untuk dapat mewujudkan hal tersebut adalah
dengan melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL). Kegiatan PKL ini merupakan
salah satu bentuk kegiatan pelatihan dan cara penerapan ilmu kuliah yang
didapatkan mahasiswa dari proses pembelajaran di bangku kuliah yang dilakukan
di sebuah perusahaan, pengalaman dan wawasan tentang dunia kerja. Kegiatan
PKL ini juga memberikan kontribusi yang besar bagi perkembangan mahasiswa
untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum memasuki dunia kerja yang
sesungguhnya.
Instansi yang mempunyai kapasitas untuk digunakan sebagai lokasi
kegiatan praktik kerja lapang oleh mahasiswa adalah Pusat Penelitian Kopi dan
Kakao (PUSLITKOKA) Jember. PUSLITKOKA adalah salah satu lembaga
penelitian di Indonesia yang berada dibawah naungan PT. Riset Perkebunan
Nusantara (RPN). PUSLITKOKA merupakan transformasi dari Lembaga Riset
Perkebunan Indonesia (LRPI) yang mendapat mandat untuk melakukan penelitian
dan pengembangan untuk komoditas kopi dan kakao mulai dari bahan tanam,
budidaya, perlakuan pascapanen sampai dengan pengolahan produk.
Kakao (Theobroma cacao L.) adalah salah satu komoditas unggulan sub
sektor perkebunan. Komoditas kakao secara konsisten berperan sebagi sumber
devisa negara yang memberikan kontribusi yang sangat penting dalam struktur
perekonomian Indonesia. Luas areal kakao menempati posisi keempat terbesar
untuk sub sektor perkebunan setelah kelapa sawit, kelapa, dan karet. Dilihat dari
sisi ekonomi, kakao memberikan sumbangan devisa ketiga terbesar setelah kelapa
sawit dan karet (Hasibuan et al. 2012).
Secara umum usaha tani kakao di Indonesia masih memiliki kekurangan
di berbagai aspek mulai dari aspek budidaya, pemeliharaan, panen atau pasca
panen, pengolahan hingga pemasaran sehingga menyebabkan produksi dan
produktifitas kakao menurun. Penurunan produktifitas kakao disebabkan tanaman
yang ada saat ini umumnya memiliki kondisi tanaman tua, rusak, tidak produktif
dan terkena serangan hama penyakit dengan tingkat serangan berat. Sebanyak
235.000 ha tanaman yang kurang produktif terkena serangan hama dan penyakit
dengan tingkat serangan sedang (Kementerian Pertanian. 2012).
Beberapa jenis penyakit dapat menyerang tanaman kakao, akan tetapi
yang sangat penting dan penyebarannya sangat luas adalah penyakit busuk buah
atau black pot rot. Busuk buah adalah penyakit terpenting dalam budidaya kakao
di Indonesia. Besarnya kerugian sangat berbeda antarkebun, bervariasi antara 26%
dan 50%. Penyakit busuk buah kakao disebabkan oleh jamur Phytophthora
palmivora (Fauzan et al. 2013).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DESSY RAHMAYANI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUSUK BUAH; KAKAO ; PUSAT PENELITIAN KOPI DAN KAKAO JEMBER |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:03 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6639 |
