TRUNOJOYO-KP-24325-180311100141-firdiana fasihsya_PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang sebagian besar
penduduknya bekerja pada sektor pertanian. Sektor pertanian dikenal sebagai
sektor yang paling dasar dalam hal perekonomian sehingga membuat rendahnya
minat kalangan generasi muda untuk meneruskan hal ini, akan tetapi pertanian
juga memiliki peluang yang sangat besar jika semua orang dapat menekuninya.
Peluang itu berasal dari benih yang masih menjadi bagian dari rendahnya
perhatian masyarakat. Jika masyarakat bisa mengerti apa makna dari benih maka
masyarakat bisa mengambil keuntungan dari benih tersebut.
Benih adalah salah satu bahan tanam yang sangat penting dan berpengaruh
terhadap pertumbuhan bibit. Pertumbuhan bibit yang baik menggunakan benih
yang memiliki viabilitas dan vigor yang baik sehingga perlu melakukan
pemilihan benih yang baik. Faktor kegagalan dalam proses perkecambahan
disebabkan karena benih mempunyai indikasi ulat dan jamur yang masih
menempel pada benih, oleh karena itu perlu dilakukan proses Seed Treatment
yang bertujuan untuk menghilangkan serta melindungi benih dari serangan hama
dan penyakit.
Benih alpukat apabila ditanam pada permukaan tanah benih itu akan
tumbuh akan tetapi dengan memberikan suatu perlakuan pada benih akan
memberikan hasil yang berbeda. Tujuan seed treatment yaitu untuk memberikan
proteksi terhadap serangan hama. Seed Treatment mempunyai standart
operasional prosedur yang harus dilakukan sesuai dengan ketentuannya. Tujuan
dari ini untuk memudahkan segala kegiatan agar sesuai dan berjalan dengan
lancar. Seed Treatment salah satu faktor keberhasilan suatu benih itu tumbuh,
maka dari itu proses ini tidak boleh terlewat karena akan memberikan hasil yang
tidak optimal.
Alpukat pameling berasal dari Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang,
Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Tanaman alpukat pameling memiliki
tinggi sekitar 16 meter dengan tajuk tanaman berbentuk payung, selain itu buah
pameling memiliki penciri berbentuk bulat memanjang. Varietas pameling juga memiliki keunggulan yang mampu menghasilkan buah alpukat sebesar 579,5-
1.300 gram perbuah, dan produktifitas yang tinggi yaitu mencapai 500-900kg
per pohon dalam satu tahunnya. Tanaman ini mampu beradaptasi dengan baik di
dataran sedang sampai dataran tinggi di Kabupaten Malang.
PT Paranusa merupakan salah satu perusahaan pembibitan tanaman
hortikultura yang menghasilkan varietas unggulan nasional salah satunya
produknya yaitu tanaman alpukat varietas Pameling. Alpukat Pameling memiliki
value atau ekonomi yang tinggi karena PT Paranusa bergerak bersama petani
agar menjadikan mitra-mitra PT Paranusa atau kelompok tani yang bermitra
dengan PT Paranusa bisa meningkat secara ekonomi dan kesejahteraan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Firdiana Fasihsya |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | ALPUKAT; PT PARANUSA GROUP MALANG |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:03 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6635 |
