TRUNOJOYO-KP-24322-180341100129-Arya Galin Fakhrul Islam Zain_180341100129_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Sampah merupakan masalah masyarakat di seluruh dunia, semuanya
berasal dari darat dan laut. Sampah yang paling melimpah di wilayah darat dan
laut adalah Sampah plastik. Hal ini sesuai dengan (NOAA, 2013) yang
menyatakan bahwa plastik merupakan jenis sampah laut yang paling
mendominasi. Sampah plastik yang terlalu lama di lautan akan terdegradasi oleh
arus dan gelombang laut dan akhirnya akan terurai menjadi mikroplastik.
Mikroplastik merupakan bagian dari sampah laut dan jika terakumulasi dalam
jumlah besar di perairan dapat mengganggu rantai makanan di ekosistem laut.
Mikrolastik memiliki ancaman yang lebih serius dibandingkan dengan plastik
dengan ukuran yang lebih besar (Cauwenberghe et. al 2013).
Mikroplastik dalam sedimen dapat terakumulasi dari perairan akibat
adanya pengaruh kombinasi angin dan arus laut menuju daratan. Mikroplastik
yang mempunyai densitas lebih tinggi dari air laut memiliki kemungkinan yang
relatif tinggi untuk mengendap pada sedimen di dasar laut, namun hal tersebut
juga dipengaruhi oleh ukuran, bentuk dan tegangan permukaan laut.
Kelimpahan mikroplastik sangat tinggi saat ini terdapat di daerah pantai dan
daerah subtidal. Mikroplastik pada sedimen pantai dipengaruhi oleh aktivitas di
daerah pesisir mulai dari aktivitas masyarakat, industri dan lainnya, sedangkan
pada daerah subtidal dipengaruhi oleh adanya angin, arus laut, interaksi dengan
plankton dan ejeksi mikroplastik yang tertelan oleh biota laut kemudian keluar
dalam bentuk feses (Daud 2020).
Laut pada di masa sekarang sudah dipenuhi dengan berbagai jenis
sampah. Jenis sampah yang ditemukan berupa plastik, logam, karet, kertas,
tekstil, Peralatan memancing, kapal dan kargo Barang lainnya yang dibuang dan
masuk ke laut menjadi sampah laut dan hal tersebut berlangsung setiap hari.
Sampah laut atau marine debris adalah masalah yang sangat serius karena
sampah plastik dalam proses degradasinya membutuhkan waktu lama.
Indonesia hari ini merupakan negara terbesar kedua di dunia yang membuang
dan menyumbang sampah plastik ke laut. Mikroplastik tidak dapat dengan mudah dikeluarkan dari lingkungan laut, karena plastik merupakan bahan yang
sangat tahan lama. Hampir 85% partikel mikroplastik ditemukan di permukaan
laut. Mikroplastik dengan ukuran partikel kurang dari 5 mm telah terdeteksi di
banyak perairan di seluruh dunia. (Ayuningtyas 2019).
Menurut Dewi et. al (2015), Sampah di daerah pesisir merupakan salah
satu permasalahan kompleks yang dihadapi oleh suatu daerah yang berada dekat
dengan pantai atau pesisir, Junganyar merupakan sebuah desa yang terletak di
wilayah pesisir Kabupaten Bangkalan. Desa Junganyar merupakan salah satu
pemukiman di dekat pesisir yang memiliki bibir pantai yang langsung
berhadapan dengan daerah industri di kabupaten Gresik. Hal ini secara tidak
langsung akan mempengaruhi kualitas perairan di pesisir Desa Junganyar
karena pengaruh dari pesisir di Kabupaten gresik yang menjadi tempat
pembuangan limbang. Populasi masyarakat di wilayah tersebut yang semakin
bertambah akan seiring dengan banyaknya limbah rumah tangga yang
dihasilkan dan akhirnya dibuang ke laut sehingga hal tersebut menyebabkan
semakin banyaknya sampah di daerah pesisir Desa Junganyar.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ARYA GALIN FAKHRUL ISLAM ZAIN |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | MIKROPLASTIK; SEDIMEN; PESISIR KECAMATAN SOCAH KABUPATEN BANGKALAN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:03 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6632 |
