TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6911-100521100089_Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (220kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6911-100521100089_Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (220kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6911-100521100089_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6911-100521100089_Chapter I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (285kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6911-100521100089_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (516kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6911-100521100089_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (319kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6911-100521100089_Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (89kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6911-100521100089_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (91kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6911-100521100089_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (89kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6911-100521100089_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (872kB)
Abstract
Pierre Bourdiue memiliki empat jenis teori mengenai modal, salah satunya yaitu modal budaya atau cultural capital. Keberadaan modal budaya melekat pada diri seseorang terlihat dari cara bertutur, bersikap, wibawa sehingga melahirkan status sosial di mata masyarakat. Modal budaya lahir dari keseluruhan kualifikasi intelektual yang diproduksi secara formal maupun warisan keluarga. Di desa Romben Guna kecamatan Dungkek, terdapat beberapa dukun dan salah satu dukun yang kehadirannya sangat dekat dengan masyarakat yaitu dukun japa. Dukun japa adalah dukun yang bisa mengobati orang sakit dengan cara jampi-jampi dan kekuatan tenaga dalam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat gaya hidup cultural capital pada dukun japa di desa romben guna kecamatan dungkek kabupaten sumenep. Gaya hidup cultural capital bisa dilihat dari cara bersikap, bertutur, cara bergaul, pengetahuan yang diperoleh sehingga melahirkan status sosial di mata masyarakat.
Penelitian tersebut menggunakan rumusan masalah yaitu bagaimana gaya hidup cultural capital Pierre Bourdieu pada Dukun Japa di desa Romben Guna Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi dan wawancara dari 4 informan yang terdiri dari dukun japa dan 3 informan lainnnya yaitu masyarakat Romben Guna di tiga dua dusun yang berbeda. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa gaya hidup cultural capital pierre bourdieu melekat pada dukun japa karena pengetahuan perdukunan, cara berinteraksi dengan masyarakat, cara bertutur serta legitimasi masyarakat dari hasil kerja pengobatan dukun japa tersebut menangani pasien. Hasilnya, dukun japa di desa Romben Guna Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep menempati kelas sosial yang istimewa dengan cultural capital yang dimiliki dan didukung oleh capital-capital lainnya
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FENDI |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Gaya Hidup, Cultural Capital, Cultural Capital Pierre Bourdieu, Dukun Japa, Sumenep, Madura |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:01 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6574 |
