TRUNOJOYO-KP-24286-180341100047-berkas PKL syafi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia mempunyai perairan dengan garis pantai lebih dari 80.000
km dan mempunyai 8,6 juta ha hutan mangrove. Ekosistem mangrove
tersebar diseluruh lautan tropic dan subtropik. Kawasan hutan mangrove
terluas di dunia salah satunya adalah di Indonesia. Mangrove mempunyai
luas hanya 2% di permukaan bumi, oleh karena itu dikatakan ekosistem
langka. Hutan mangrove di Indonesia dalam keadaan kritis karena
kerusakannya telah mencapai 68% atau 5,9 juta ha dari luas keseluruhan 8,6
juta ha (Majid 2016). Mangrove hidup dan berkembang dilokasi yang
terdapat hubungan dengan pasang surut dan pada pantai yang terlindung
dari gerakan gelombang. Jika mangrove hidup pada daerah yang terkena
gelombang maka benih tidak mampu tumbuh dengan sempurna dan
mangrove akan menjatuhkan akarnya. Hutan mangrove juga dapat tumbuh
pada karang koral yang telah mati dan diatasnya ditumbuhi lumpur atau
dapat disebut pantai berlumpur dan daerah yang dilintasi aliran sungai
(Tarigan 2008).
Berkurangnya luasan ekosistem mangrove di Indonesia disebabkan
oleh pemanfaatan lahan di pesisir demi men cukupi kebutuhan hidup
masyarakat dengan melakukan perluasan pemukiman yang menyebabkan
penggundulan hutan mangrove (Wardhani 2011). Pembuangan limbah
minyak di laut juga berpotensi merusak ekosistem mangrove karena
mangrove sangat rentan terhadap pencemaran minyak bumi karena minyak
tersebut cenderung mengumpul dan mengendap di substrat yang ditumbuhi
mangrove (Tarigan 2011). Masyarakat belum sepenuhnya mengetahui
mangrove sangat bermanfaat bagi daerah pesisir maupun masyarakat
setempat. Kerusakan mangrove juga dapat terjadi secara tidak langsung
seperti perubahan salinitas pada air laut yang tidak dapat ditolerir oleh
mangrove dan terjadinya erosi (Anugra et al 2014).
Ekosistem mangrove banyak ditebang ataupun dialih fungsikan
menjadi tambak udang dan juga dijadikan perumahan. Oleh karna itu saya
memilih praktek kerja lapang (PKL) di bidang pembibitan mangrove,
dengan tujuan agar dapat membantu pemulihan ekosistem mangrove yang
sudah mulai rusak, akibat adanya pengalih fungsian lahan. Alasan PKL di
Coastal Marine Biodiversty Reserve (CMBR) Lembung Paseser
dikarenakan pembelajaran tentang pembibitan mangrove lebih intensif dan
lebih mendetail.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SYAFIUDDIN ALWI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | MANGROVE; COASTAL MARINE BIODIVERSITY RESERVE; DESA LEMBUNG PASESER KECAMATAN SEPULU KABUPATEN BANGKALAN; BINAAN AGRIE CONSERVATION |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:01 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6534 |
