DISTRIBUSI MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN DI MUARA KALI LAMONG

PUTRI AYU RAHMADANI (2021) DISTRIBUSI MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN DI MUARA KALI LAMONG. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24281-180341100015-PUTRI AYU RAHMADANI_180341100015.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24281-180341100015-PUTRI AYU RAHMADANI_180341100015.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (463kB)

Abstract

Sampah laut atau yang biasa dusebut dengan marine debris merupakan
benda yang diproduksi secara langsung maupun tidak langsung dalam bentuk
padatan, sengaja dibuang atau ditinggalkan dalam lingkungan laut oleh manusia.
Sampah laut yang berhasil ditemukan ada beberapa jenis di antaranya plastik,
kain, busa, gabus, logam, kertas, karet, kayu dan lain sebagainya. Jenis sampah
laut yang ditemukan dominan adalah sampah plastik dibanding dengan tipe
sampah laut lainnya (Nugroho et. al 2018). Penggunaan bahan plastik kini
semakin meluas dikarenakan sifatnya yang tidak mudah rusak dan kuat jika
mengalami pelapukan. Produk plastik di Indonesia peningkatan penggunaanya
sangat pesat dan hampir terdapat pada semua jenis kebutuhan hidup manusia.
Penggunaan produk plastic selain memiliki dampak positif juga memiliki dampak
negatif bagi lingkungan.
Sampah yang memiliki potensi untuk mencemari lingkungan adalah
sampah plastik, karena bahan plastik sangat sulit untuk terdegradasi. Mikroplastik
memiliki dampak negatif bagi keseimbangan ekosistem pada wilayah pesisir dan
laut dan memiliki ancaman yang serius dibandingkan dengan metrial plastic lain
yang berukuran lebih besar. hal tersebut dikarenakan mikroplastik memiliki
potensi untuk tertelan oleh organisme-organisme yang berukuran kecil. (Mauludy
et. al 2019).
Mikroplastik memiliki rentang ukuran lebih kecil dari 5 mm.
pengelompokan jenis mikroplastik sendiri terbagi menjadi 2 jenis yaitu,
mikroplastik sekunder dan mikroplastik primer. Partikel-partikel mikro yang
sengaja diproduksi untuk memenuhi kebutuhan kosmetik atau serat pakaian
sintetis termasuk ke dalam jenis mikroplastik primer, sedangkan partikel-partikel
mikro hasil fragmentasi yang mengalami perubahan akibat degradasi dan menjadi
ukuran lebih kecil termasuk ke dalam jenis mikroplastik sekunder (Ekosafitri et. al 2015). Mikroplastik memiliki ukuran, bentuk, komposisi, warna,massa jenis,
dan sifat-sifat lainnya yang bervariasi. Ada beberapa cara mikroplastik untuk
dapat berada di laut. Mikroplastik mengalami fragmentasi plastik di laut,
mikroplastik langsung sampai ke laut tanpa melalui proses, mikroplastik yang
secara tidak sengaja hilang dalam proses pengolahannya sehingga dapat masuk ke
dalam lingkungan, serta hasil pengolahan dari limbah yang dibuang ke
lingkungan juga dapat menyebabkan adanya partikel-partikel mikroplastik
(Azizah et. al 2020).
Mikroplastik merupakan salah satu jenis limbah yang sangat berbahaya
jika masuk ke dalam lingkungan perairan. Mikroplastik dapat masuk ke dalam
lingkungan melalui proses degradasi akibat sinar matahari, suhu, dan akibat
makhluk hidup. Proses degradasi tersebut yang menyebabkan mikroplastik
banyak diremukan pada perairan. Selain terdapat pada permukaan perairan,
mikroplastik juga banyak ditemukan pada dasar perairan (sedimen). Keberadaan
mikroplastik pada sedimen di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adanya
gaya gravitasi serta besaran densitas yang terdapat pada plastik lebih tinggi
dibanding dengan densitas dari air dan dapat menyebabkan plastik tersebut dapat
terakumulasi dan tenggelam pada sedimen (Layn et. al 2020).
Kali Lamong merupakan daerah aliran sungai yang mengalir dari
pegunungan kapur Kabupaten Lamongan sampai Selat Madura, dan kabupaten
Gresik. Dalam perkembangannya, aliran dari sungai Kali Lamong banyak
dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berbagai keperluan pertanian, industri
bahkan kegiatan domestik. Kegiatan masyarakat sekitar yang beragam seperti
membuang sampah secara langsung ke sungai dapat memberikan dampak negatif
yang besar terhadap kualitas air pada perairan Kali Lamong. Semakin
meningkatnya jumlah sampah plastik yang digunakan dan di buang secara
langsung maupun tidak langsung, menyebabkan semakin meningkatnya jumlah
mikroplastik yang terdapat pada lingkungan khususnya perairan. Jumlah mikroplastik yang meningkat dapat memberikan dampak terhadap lingkungan,
biota maupu terhadap manusia.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
PUTRI AYU RAHMADANI
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords MIKROPLASTIK; SEDIMEN; KALI LAMONG
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 13:00
Last Modified 24 Oct 2026 16:50
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6519

Actions (login required)

View Item
View Item