PENERAPAN EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management) TERHADAP PENGELOLAAN PERIKANAN TUNA (Thunnus sp.) DI PANTAI SENDANG BIRU MALANG

AKHMAD MAULIDI TSANI (2022) PENERAPAN EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management) TERHADAP PENGELOLAAN PERIKANAN TUNA (Thunnus sp.) DI PANTAI SENDANG BIRU MALANG. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24280-180341100132-PKL_Terbaru.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24280-180341100132-PKL_Terbaru.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Sumberdaya ikan tuna merupakan salah satu sumber kekayan bangsa yang
harus dijaga kelestariannya. Nilai ekonomis yang dimiliki ikan tuna
menjadikannya sebagai salah satu komuditi utama dari subsektor perikanan
nasional baik untuk konsumsi maupu komoditi ekspor, meningkatnya permintaan
pasar terhadap produk dari ikan tuna menjadi peluang bagi Indonesia. Tingginya
permintaan pasar terhadap produk ikan tuna ini menimbulkan ke khawatiran akan
mengganggu sumberdaya ikan tuna itu sendiri. Perlu suatu pengelolaan perikanan
tuna yang baik untuk menjamin keberlanjutan perikanan tuna, tanpa adanya
pengelolaan yang baik akan dikhawatirkan terjadinya penurunan sumberdaya ikan
tuna dan mengancam kelestarian perikanan tuna di Indonesia (Djohani R. et al.,
2005).
Produksi ikan tuna (Thunnus sp) di Sendang Biru Kabupaten Malang
didominasi oleh armada sekoci. Meskipun armada yang digunakan memiliki skala
kecil, akan tetapi nelayan sekoci Sendang Biru mampu melakukan kegiatan
penangkapan ikan tuna (Thunnus sp) di perairan Zona Ekonomi Ekslusif
Indonesia (ZEEI). Nelayan sekoci di Sendang Biru mayoritas dari suku Bugis
Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan yang terkenal dengan keberaniannya. Adapun
alat tangkap yang digunakan pada kapal sekoci adalah pancing ulur (hand line)
dengan alat bantu rumpon sebagai fishing ground. Target utama penangkapan
ikan oleh nelayan sekoci Sendang Biru adalah ikan tuna (Thunnus sp). Lokasi
penangkapan (fishing ground) terletak di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (WPP
573) di antara koordinat 9° -12° LS dan 110° 30”-115° 45” BT dengan lama trip 7
– 10 hari/trip. Pengelolaan yang bijak diperlukan agar tetap terjaganya kelestarian
sumberdaya ikan tuna dan juga berdampak panjang untuk bisa terus
dimanfaatkan. Pendekatan EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries
Management) merupakan salah satu metode pengelolaan perikanan yang
didalamnya terdapat penilaian indikator indikator yang dapat menjadi mekanisme
pengelolaan perikanan pada suatu wilayah.
Unit Pelaksanaan Teknis Pelabuhan Perikanan Pondokdadap, Malang yang
selanjutnya disingkat UPT. PPP Pondokdadap, merupakan Unit Pelaksaan Teknis
dibawah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur bergerak di bidang
pelayanan teknis pelabuhan. UPT. PPP Pondokdadap juga bergerak di bidang tata
kelola pelayanan usaha, ketatausahaan serta pelayanan masyarakat. Instansi
tersebut relevan dengan studi yang akan diambil karena bergerak dibidang
pelayanan terdahap masyarakat, pelabuhan maupun pelaku usaha. Selain itu dapat
melakukan studi lain yang berkenaan dengan kegiatan pengelolaan hasil tangkap
maupun juga kegiatan pelayanan lainnya.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
AKHMAD MAULIDI TSANI
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords EAFM; IKAN TUNA; PANTAI SENDANG BIRU MALANG
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 13:00
Last Modified 24 Oct 2026 16:50
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6518

Actions (login required)

View Item
View Item