TRUNOJOYO-KP-24262-190351100019-LAPORAN PKL. UMI ROHMATIN. 190351100019.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan virus VNN
pada ikan bandeng adalah dengan pemilihan benih unggul dan pemantauan
terhadap kualitas air. Hal ini sesuai dengan arahan dari World Wild Fund (2014)
yang menyebutkan bahwa pengecekan kualitas air pada budidaya ikan bandeng
harus dilakukan antara 2-3 kali. Chi (2006) menjelaskan bahwa penularan melalui
media air lebih cepat dibandingkan dengan media pakan. Apabila terdapat tanda-
tanda ikan bandeng yang terserang virus VNN, maka perlu dilakukan diagnosis
secara cepat dan akurat untuk meminimalkan terjadinya penularan pada ikan
bandeng lainnya.
Berdasarkan kajian yang telah dilakukan oleh The World Organisation for
Animal Health (OIE) (2006), kegiatan pendeteksian virus VNN dapat dilaksanakan
dengan menggunakan metode Integrated Factory Acceptance Test (IFAT), Enzyme
Linked Immunosorbent Essay (ELIS), Imunosito (histo) kimia, dan Polymerase
Chain Reaction (PCR). Metode IFAT memerlukan spesimen otak dalam keadaan
segar dengan pengawet glycerin 50%. Hal tersebut menjadi kendala di lapang
karena tidaksemua spesimen dapat diterima di laboratorium dalam keadaan segar
(Wirata et al., 2014). Ghurafa et al. (2019) menyebutkan bahwa pengujian dengan
menggunakan ELISA memiliki spesifitas yang rendah. Imunohistokimia merupakan
metode berupa penawaran jaringan yang menggunakan reaksi imunologik dan
kimiawi (Apsari et al.,2017). PCR merupakan sebuah teknik sintesis dan amplifikasi
DNA secara in vitro yang melibatkan beberapa tahapan yang berulang serta terjadi
duplikasi jumlah target (Dewi et al., 2019).
Pendeteksian virus VNN dapat dilakukan dengan menggunakan metode
PCR. Pemeriksaan virus VNN dengan metode PCR memiliki selektivitas yang
tinggi dan lebih spesifik. Kurniawati et al. (2019) telah mengidentifikasi virus VNN
dengan menggunakan metode PCR pada ikan kerapu dan dihasilkan sampel uji
yang positif. Fitriatin dan Abdul (2015) juga melaporkan sebanyak 62 sampel ikan
hasil pemeriksaan dengan menggunakan metode PCR menunjukkan yang hasil negatif.
Balai Karantina Pengendalian Mutu dan ketahanan hasil perikanan (BKIPM)
Surbaya II merupakan salah satu badan yang dinaungi oleh Kementerian
Kelautaan dan Perikanan. Tugas BKIPM Surabaya II adalah melakukan
penyelenggaraan tindakan karantina ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil
perikanan, serta keamanan hayati ikan. Dalam pelaksanaan tugasnya, BKIPM
Surabaya II menjamin penerapan manejemen mutu berstandar ISO 9001:2015
serta pemeriksaan penyakit ikan dan pengujian mutu hasil perikanan yang
berstandar ISO 17025:2017. Tugas lain dari BKIPM Surabaya II adalah mencegah
terjadinya penyebaran Hama dan Penykit Ikan Karantina (HPIK) sehingga ikan
yang masuk maupun keluar dari Indonesia khususnya Jawa Timur dapat terjamin
mutu dan keamananannya.
Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan di bidang teknologi,
penggunaan metode PCR dalam kegiatan pemeriksaan dan pendeteksian
serangan virus VNN pada produk perikanan yang kerap kali muncul pada kegiatan
budidaya ikan bandeng perlu diketahui dan dipelajari lebih lanjut. Oleh karena itu,
kegiatan PKL yang bertujuan untuk mempelajari prosedur pemeriksaan virus VNN
dan mengetahui hasil pemeriksaan virus VNN menggunakan metode nested PCR
di Laboratorium BKIPM Surabaya II penting untuk dilaksanakan agar dapat
mencegah kemungkinan masuk dan keluarnya penyebaran HPIK di Indondesia.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM UMI ROHMATIN |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | VIRUS Viral Nervous Necrosis (VNN); PCR; IKAN BANDENG ; LABORATORIUM BALAI KIPM SURABAYA II |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 13:00 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6473 |
