TRUNOJOYO-KP-24257-190351100014-Laporan PKL FijarMA_1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Ikan lele adalah komoditas perikanan budidaya air tawar yang memiliki nilai
produksi semakin meningkat setiap tahunnya. Tercatat produksi lele pada tahun
2008 sebesar 114.371 ton, menjadi 144.755 ton pada tahun 2009, naik menjadi
242.811 ton pada tahun 2010 dan menjadi 340.674 ton pada tahun 2011, hingga
pada tahun 2013, naik menjadi 543.461 ton (Sukendi et al., 2019). Kondisi tersebut
menandakan bahwa permintaan ikan lele akan terus meningkat setiap tahunnya.
Kendala dalam budidaya ikan lele yaitu ketersediaan benih yang kurang mencukupi
kebutuhan pembudidaya. Cara untuk mengatasi masalah yang timbul dan untuk
meningkatkan produksi khususnya pembudidaya ikan lele mutiara maka perlu
ditingkatkan usaha budidaya yang lebih intensif. Salah satu upaya yang dapat
dilakukan adalah dengan menambahkan atau menyuntikkan hormon ovaprim ke
dalam tubuh ikan yang sudah matang gonad yang bertujuan untuk meempercepat
proses pemijahan sehingga dapat dihasilkan benih ikan lele yang baik dimana
jumlah, mutu serta waktu penyediaannya dapat diatur sesuai dengan yang
diinginkan. Peminatan ikan lele dalam negri maupun luar negri mempunyai potensi
pemasaran yang cukup besar untuk terus dikembangkaln kualitas dan jumlahnya
(Fevriyanti, Risa, Deny Sapto Chondro Utomo, 2021).
Pada Kabupaten Bangkalan, ikan lele merupakan salah satu ikan yang
sangat digemari dan diminati oleh masyarakat setempat. Kota Bangkalan memiliki
minat ikan yang sangat tinggi, sehingga terdapat Balai Benih Ikan yang bertujuan
sebagai tempat atau wadah pengembangan minat ikan lele. Hasil evaluasi
pemasaran ikan lele meningkat pesat di Bangkalan, sehingga proses pembenihan
serta pemijahan sangat penting diperhatikan kondisinya yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas dipasaran dan memenuhi kebutuhan ikan. Salah satu jenis
ikan lele yang lebih dominan dikembangkan di beberapa wilayah Kabupaten
Bangkalan adalah lele mutiara dan lele sangkuriang. Ikan lele mutiara “Mutu Tinggi
Tiada Tara” merupakan ikan lele jenis air tawar varietas baru unggulan dari Balai
Benih Ikan Kabupaten Bangkalan yang diperoleh dari Balai Penghasil Induk
Mojokerto yang kemudian disalurkan ke Dinas Perikanan Kabupaten Bangkalan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FIJAR MAULIDIL ASY’ARI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | IKAN LELE MUTIARA; BALAI BENIH IKAN DINAS PERIKANAN KABUPATEN BANGKALAN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:59 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6465 |
