TRUNOJOYO-KP-24255-180341100126-PKL_Ananda Putri TS_180341100126.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract
Budidaya termasuk salah satu kegiatan alternatif dalam upaya
meningkatkan produksi perikanan. Produksi yang tinggi merupakan tujuan dari
budidaya udang secara intensif untuk memenuhi kebutuhan pasar pakan udang.
Ciri-ciri dari budidaya intensif salah satunya yaitu pemantauan secara berkala
pada kolam atau tambak sehingga dapat mengahsilkan kualitas udang yang
sempurna. Budidaya udang vanamei ini dilakukan dengan menggunakan sistem
intensif kurang lebih sekitar (30 ekor/m2) dan semi ekstensif kurang lebih sekitar
(1-5 ekor/m2) yang terletak pada padat tebar dan pemberian pakan dalam jumlah
besar, pengelolaan kualitas air, dan penggunaan probiotik. (Muhsoni 2019).
Budidaya udang vaname termasuk dalam usaha yang dijadikan pilihan utama oleh
petani tambak udang dan para pembudidaya udang (Herlina 2008). Alasan dari
beralihnya komoditas budidaya udang windu ke udang vanamei karena udang
windu telah mengalami rendahnya laju pertumbuhan dan kerentanan yang sangat
tinggi terhadap penyakit yang akan menjadi penghambat meningkatnya produksi
udang (Poernomo dan Ali 2004).
Udang merupakan salah satu hasil dari usaha perikanan yang dapat
diperdagangkan, dibudidayakan. Budidaya udang vaname ini menjadi peluang
usaha bagi yang ingin terjun ke dunia bisnis. Udang vaname merupakan jenis
udang asli yang berasal dari pantai pasifik barat Amerika. Udang vanamei ini
mulai masuk ke indonesia pada tahun 2001 melalui SK Menteri Kelautan dan
Perikanan RI. No. 41/2001. Mulai masuknya ke indonesia termasuk dalam upaya
untuk meningkatkan produksi pada udang di indonesia sebagai pengganti dari
udang windu (Panaeus monodon), karena telah mengalami penurunan kualitas
udang. Keberadaan udang vanamei di indonesia sudah tidak asing lagi karena
dengan keunggulan yang dimiliki oleh udang tersebut berhasil membuat para
pembudidaya tertarik. Pengembangan budidaya udang vanamei terlihat semakin
pesat sehingga dapat dikatakan sebagai pengganti udang windu (Ghufran 2010).
Coastal Marine Biodiversity Reserve (CMBR) merupakan tempat kegiatan
usaha pembesaran budidaya udang vannamei yang bertempat di wilayah
Bangkalan, Desa Lembung Paseser. Secara geografis merupakan salah satu
tempat yang strategis untuk melakukan usaha budidaya udang vannamei, di
wilayah Bangkalan Madura ini juga terdapat pelabuhan Tanjung Perak yang dapat
digunakan untuk transportasi laut oleh seseorang yang ingin menuju ke tempat
CMBR. Lokasi tersebut mempunyai tujuan yang fokus untuk melaksanakan
pengembangan usaha produksi perikanan budidaya dengan melalui pola
pengembangan sudut pandang, dengan berdasarkan presepsi yang berkaitan
dengan posisi atau sudut pandang penulis didalam sebuah karangan yang jelas dan
pasti. Selain itu CMBR ini memiliki fasilitas yang dapat menunjang kegiatan
pembesaran udang vannamei. Sehubungan dengan hal tersebut, penulis tertarik
untuk melaksanakan kegiatan praktik kerja lapang di CMBR dan diharapkan
penelitian yang dilakukan ini dapat memberikan informasi sebagai acuan untuk
mengembangkan budidaya udang vannamei. Pengamatan kualitas air yang
dilakukan di CMBR ini bertujuan untuk melakukan uji komperatif supaya dapat
berbagi manfaat dan kelebihan selama kegiatan PKL di tambak udang vannamei
yang akan digunakan untuk masyarakat.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Ananda Putri Tiara Sandy |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | TAMBAK; UDANG VANNAMEI; COASTAL MARINE BIODIVERSITY RESERVE (CMBR); DESA LEMBUNG PASESER, KABUPATEN BANGKALAN BINAAN AGRIE CONSERVATION |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:59 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6462 |
