Evaluasi Ketahanan Penyakit Kuning pada Beberapa Varietas Cabai Rawit Lokal dan Dampaknya Terhadap Karakter Morfologi, Fisiologi dan Anatomi

Marsa Harris Maulana, MHM (2026) Evaluasi Ketahanan Penyakit Kuning pada Beberapa Varietas Cabai Rawit Lokal dan Dampaknya Terhadap Karakter Morfologi, Fisiologi dan Anatomi. S1 thesis, Universitas Trunodjoyo Madura.

[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-Cover.pdf] Text
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-Cover.pdf - Published Version

Download (986kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-Abstract.pdf] Text
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-Abstract.pdf - Published Version

Download (71kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-Chapter1.pdf] Text
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-Chapter1.pdf - Published Version

Download (115kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-Chapter2.pdf] Text
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (90kB) | Request a copy
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-Chapter3.pdf] Text
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (351kB) | Request a copy
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-Chapter4.pdf] Text
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (346kB) | Request a copy
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-Conclusion.pdf] Text
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-Conclusion.pdf - Published Version

Download (105kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-References.pdf] Text
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-References.pdf - Published Version

Download (218kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-Appendices.pdf] Text
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42018-Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://repository.trunojoyo.ac.id

Abstract

Penyakit kuning yang disebabkan oleh Pepper Yellow Leaf Curl Virus (PepYLCV) merupakan salah satu kendala biotik penting dalam budidaya cabai rawit (Capsicum frutescens L.) karena dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan produktivitas tanaman. Penggunaan varietas tahan merupakan salah satu pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam pengendalian penyakit, sehingga diperlukan identifikasi sumber ketahanan pada plasma nutfah cabai rawit lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat ketahanan beberapa varietas cabai rawit lokal terhadap penyakit kuning, mengetahui dampak infeksi terhadap karakter morfologi, fisiologi, dan anatomi tanaman, menganalisis hubungan karakter tersebut dengan perkembangan penyakit berdasarkan nilai Area Under Disease Progress Curve (AUDPC), serta mengidentifikasi varietas potensial sebagai calon tetua dalam program pemuliaan tanaman. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan berupa sembilan varietas cabai rawit lokal, yaitu Blitar, Cangar, Hiyung, Maros, Merapi, Minahasa, Rengganis, Sret, dan Taringe, dengan tiga ulangan. Pengamatan meliputi insidensi dan intensitas penyakit, nilai AUDPC, populasi kutu kebul (Bemisia tabaci), karakter morfologi, fisiologi, anatomi, dan komponen hasil. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%, serta analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat ketahanan antarvarietas terhadap penyakit kuning. Varietas Hiyung dan Minahasa tergolong sangat rentan, Blitar, Maros, dan Rengganis tergolong rentan, Cangar dan Sret tergolong agak rentan, sedangkan Merapi dan Taringe tergolong tahan. Nilai AUDPC terendah diperoleh pada varietas Merapi sebesar 291,67, sedangkan nilai tertinggi diperoleh pada varietas Minahasa sebesar 3.850,00. Perbedaan varietas juga memengaruhi beberapa karakter morfologi, fisiologi, dan anatomi tanaman. Karakter morfologi yang menunjukkan perbedaan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun, sedangkan karakter fisiologi menunjukkan perbedaan pada kandungan klorofil dan kadar gula. Pada karakter anatomi, perbedaan terutama terdapat pada kerapatan stomata, ukuran parenkim, dan ketebalan daun. Analisis jalur menunjukkan adanya hubungan antara karakter tanaman dan faktor eksternal dengan perkembangan penyakit berdasarkan nilai AUDPC. Berdasarkan keseluruhan hasil evaluasi, varietas Merapi dan Taringe merupakan sumber ketahanan terhadap penyakit kuning, sedangkan varietas Taringe, Merapi, dan Cangar berpotensi digunakan sebagai calon tetua dalam program pemuliaan cabai rawit.
Kata kunci: AUDPC, Bemisia tabaci, cabai rawit lokal, ketahanan penyakit, Pepper Yellow Leaf Curl Virus Disease

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: Syahirul Effendy
Date Deposited: 06 Oct 2026 08:30
Last Modified: 06 Oct 2026 08:30
URI: https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/646

Actions (login required)

View Item
View Item