TRUNOJOYO-KP-24243-190331100111-Didi Mawardi#190331100111#Teknologi Industri Pertanian.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Pertanian merupakan kegiatan utama di Indonesia dalam upaya
peningkatan devisa negara. Berdasarkan hal tersebut, maka pemerintah sangat
menaruh perhatian pada setiap upaya yang dilakukan untuk memacu
perkembangan sektor pertanian. Salah satu subsektor pertanian yang memiliki
usaha yang cukup baik adalah subsektor perikanan karena ditunjang dengan
adanya sifat iklim tropis yang memungkinkan budidaya perikanan diusahakan
sepanjang tahun. Ikan merupakan bahan makanan yang mengandung protein
tinggi namun ikan memiliki kelemahan akan cepat mengalami pembusukan
apabila tidak segera proses/diolah atau dikonsumsi. Pembusukan ikan dapat
dicegah dengan teknik pengolahan dan pengawetan dengan menggunakan
metode penggaraman (Adawyah, 2008).
Proses pembelian bahan baku dalam sebuah industri erat kaitannya
dengan proses produksi yang nantinya juga akan berkaitan dengan produknya.
Itulah sebabnya proses pembelian dalam sebuah industri adalah sebuah bagian
dari yang terpenting dalam keseluruhan produksi yang dampaknya juga akan
dapat dirasakan secara langsung terhadap perusahaan. Jika sebuah perusahaan
memiliki proses pembelian yang baik maka akan berdampak kepada produk
yang kemudian akan berdampak kepada keuangan perusahaan (Jefry, 2007).
Pengandaan bahan baku merupakan faktor utama untuk melakukan
kegiatan proses produksi, ketiadaan bahan baku yang cukup dapat menghambat
berlangsungnya proses produksi perusahaan, oleh karena itu faktor pengadaan
bahan baku menjadi hal yang sangat penting dalam memenangkan persaingan.
Pengadaan bahan baku berkaitan dengan biaya operasional suatu perusahaan.
semakin tinggi volume pengadaan berdampak pada biaya penyimpanan
digudang, melainkan harus diperhitungkan pula biaya yang dikeluarkan mulai
dari pemesanan sampai barang tersebut masuk kedalam proses produksi dan
kembali ke gudang sampai barang jadi (Ristono, 2009).
PT. Marinal Indoprima yang lebih ditekankan pada pasar ekspor sehingga
akan berkompetisi langsung dengan perusahaan nasional makan diperlukan
proses pengadaan bahan baku yang edektif dan efisien yang akan menciptakan
keunggulan kompetitif dalam bersaing di pasar global. Kepentingnan yang
berbeda-beda ada tiap bagian dalam perusahaan. Kebijakan dalam pengadaan
bahan baku juga tak luput dari kepentingan yang berbeda-beda ini, bagian pembelian tentunya menentukan pembelian bahan baku dalam jumlah yang
banyak agar memperoleh harga pemesanan dan pembelian yang lebih murah.
Begitu juga bagian produksi yang menghendaki pengadaan bahan baku yang
besar supaya tidak terjadi kekurangan bahan baku yang dapat menyebabkan
produksi berhenti.
Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilaksanakan di PT. Marinal
Indoprimayang bergerak dibidang ekspor komoditas hasil laut. Beberapa
komoditas hasil laut di PT. Marinal Indoprimasalah satunya yaitu Ikan Teri Nasi
(Chirimen/Anchovy), PKL ini mengambil topik Proses Pengadaan bahan baku
pada Teri Nasi di PT. Marinal Indoprima. Produk yang menjadi topik pembahasan
dalam PKL ini yaitu ikan teri nasi yang menjadi komoditas utama eskpor di PT.
Marinal Indoprima.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Didi Mawardi |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | IKAN TERI NASI; PT MARINAL INDOPRIMA DESA KAPEDI SUMENEP MADURA JAWA TIMUR |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:59 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6429 |
