TRUNOJOYO-KP-24242-190351100050-LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Potensi perikanan budidaya secara nasional diperkirakan sebesar 15,59
juta ha yang terdiri dari budidaya air tawar, payau dan laut. Pemanfaatan potensi
perikanan budidaya saat ini masih rendah karena belum bisa memenuhi
kebutuhan pasar yang terus meningkat setiap tahunnya. Data dari FAO (Food
and Agriculture Organization) menunjukkan bahwa kebutuhan ikan untuk pasar
dunia dan dalam negeri pada tahun 2010 masih kekurangan pasokan sebesar 2
juta ton/tahun. Tingginya kebutuhan pasar tersebut disebabkan oleh permintaan
pasar terhadap ikan tidak hanya untuk konsumsi saja tetapi juga benih ikan untuk
kegiatan budidaya (Khairuman dan Amri, 2012). Budidaya perikanan merupakan
salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh manusia dalam meningkatkan
produksi perikanan baik di perairan tawar ataupun laut. Salah satu budidaya
yang dilakukan di Indonesia yaitu budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus).
Jenis ikan nila yang di budidaya bermacam-macam, seperti ikan nila merah, ikan
nila hitam, ikan nila srikandi, ikan nila larasati, ikan nila gesit, ikan nila jatimbulan
dan masih banyak lagi. Budidaya ikan nila banyak dilakukan mengingat ikan nila
menjadi komuditas perikanan dengan peluang yang tinggi untuk dikembangkan.
Dwi dan Ahlan (2019) menyebutkan bahwa ikan nila dapat di budidayakan di
berbagai perairan baik di air tawar, air payau maupun di laut, karena ikan nila
memiliki toleransi salinitas yang cukup tinggi. Budidaya ikan nila dapat dilakukan
di berbagai wadah budidaya seperti kolam beton, tanah atau sistem keramba
apung. Pertumbuhan ikan nila yang cepat, tahan terhadap gangguan hama dan
penyakit serta mempunyai respon yang baik terhadap lingkungan menjadikan
ikan nila lebih diminati oleh pembudidaya. Meskipun ikan nila mudah untuk di
budidaya ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar budidaya ikan nila
mendapatkan hasil yang optimal. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap
keberhasilan budidaya ikan nila yaitu pakan (Iskandar dan Elfirandah, 2015).
Pakan merupakan unsur terpenting karena sebagai faktor pembatas
dalam usaha budidaya. Ketersediaan pakan ikan yang cukup baik secara
kualitas maupun kuantitas menjadi salah satu kunci dalam keberhasilan
budidaya ikan. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan budidaya tergantung
dari pakan yang diberikan. Pakan sebagai penyedia energi bagi ikan dalam
melakukan aktifitas, berkembang, dan reproduksi. Pakan yang baik memiliki gizi yang lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Pemberian
pakan yang nilai nutrisinya kurang baik akan menurunkan kelangsungan hidup
ikan dan memperlambat pertumbuhan ikan, bahkan dapat menimbulkan penyakit
karena kekurangan gizi (malnutrisi). Pemilihan pakan pada budidaya ikan air
tawar tidak hanya melibatkan kriteria nilai gizi dan efisiensi biaya saja, namun
perlu mempertimbangkan kriteria lainnya seperti kecernaan, kandungan racun
dan ketersediaannya. Pakan merupakan biaya terbesar dalam kegiatan budidaya
yakni sekitar 60-70% dari total biaya produksi. Biaya produksi yang besar dapat
ditekan dengan manajemen pemberian pakan secara efisien baik dalam
pemilihan jenis, jumlah, jadwal, dan cara pemberian pakan yang sesuai dengan
kebutuhan dan kebiasaan ikan (Wardhani et al., 2011).
Manajemen pemberian pakan yang tepat dapat meningkatkan
produktivitas budidaya perikanan sekaligus dapat meningkatkan keuntungan
usaha. Manajemen pemberian pakan yang diberikan kepada ikan harus tepat
secara kualitas, kuantitas dan tepat waktu pemberiannya. Pemberian pakan
dengan waktu berbeda akan mempengaruhi pertumbuhan ikan. Menurut
Subandiyono dan Hastuti (2016) pembudidaya perlu memperhatikan nafsu
makan dan tingkat kekenyangan ikan yang dibudidaya. Pakan ikan yang
dikonsumsi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya ukuran tubuh, stadia,
ketersediaan pakan, laju pengosongan lambung, suhu air, aktifitas dan
kesehatan tubuh ikan. Manajemen pemberian pakan dalam kegiatan budidaya
perlu memperhatikan pemberian dosis pakan dan frekuensi pemberian pakan
agar tidak terjadi kekurangan ataupun kelebihan pakan. Manajemen pemberian
pakan dapat diharapkan agar pakan yang diberikan dapat dimanfaatkan oleh
ikan secara efektif dan efisien sehingga menghasilkan pertumbuhan ikan yang
optimal dan keberhasilan budidaya dapat dicapai. Manajemen pemberian pakan
pada ikan sangat penting dipelajari, oleh karena itu untuk mengetahui
manajemen pemberian pakan yang baik perlu dilakukan pelaksanaan Praktik
Kerja Lapang mengenai manajemen pemberian pakan ikan nila merah
(Oreochromis niloticus) di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP)
Banyuwangi.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ADNIN TAMHIDA SHOBRINA SALSABIL |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | IKAN NILA MERAH; KOLAM BETON; BALAI PELATIHAN DAN PENYULUHAN PERIKANAN (BPPP) BANYUWANGI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:59 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6428 |
