TRUNOJOYO-KP-24223-190331100099-Tarisa Putri Rahayu#190331100099#TIP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Indonesia sebagai negara agraris memiliki sumber daya pada sektor pertanian
yang berpotensi untuk meningkatkan perekonomian negara (Putri dan Fahira
2021). Indonesia bersama dengan Papua New Guinea merupakan negara
pengekspor kakao dari kawasan Asia-Oceania yang mana pasar ekspor kakao
banyak didominasi dari kawasan Afrika (Abdoellah 2021). Indonesia merupakan
produsen kakao dengan market share 15% berada di posisi ketiga tertinggi dunia
setelah negara Pantai Gading dan Ghana (Karim et al. 2020). Sentra perkebunan
kakao tersebar di hampir seluruh Indonesia, dimana daerah Sulawesi memiliki luas
areal perkebunan kakao tertinggi dengan total 1.691.334 hektar pada tahun 2017
(Manalu 2018). Kakao Indonesia diekspor dalam berbagai bentuk seperti biji
kakao, produk olahan setengah jadi seperti lemak, pasta, dan bubuk, serta produk
akhir olahan cokelat (Dewi dan Astama 2021). Ekspor lemak kakao mengalami
peningkatan yang berdampak kepada bubuk kakao yang juga mengalami
peningkatan (Abdoellah 2021).
GMP (Good Manufacturing Practices) merupakan sistem kontrol kualitas pada
fasilitas produksi guna menjamin terpenuhinya standar higienitas, sanitasi dan
keamanan konsumsi pada proses produksi produk pangan, farmasi, dan obat-
obatan. GMP merupakan persyaratan dasar pemberian sertifikat izin edar MD oleh
BPOM (Sridaryati dan Hakiki 2021). Data dari BPOM tahun 2017 menyebutkan
bahwa 49,5% kasus keracunan makanan berasal dari industri makan rumah
tangga, sehingga peningkatan standar kualitas keamanan pangan sangat
diperlukan dalam peningkatan dan perkembangan UKM. Penerapan GMP dan
standar-standar kualitas pangan dapat membatu UKM dalam meningkatkan
ketahanan dan pemasaran produk (Pinandoyo dan Masnar 2019).
Industri coklat di dalam negeri sudah banyak meningkat, baik dari industri
rumah tangga maupun industri coklat premium. Koperasi Patria Raya Nusantara
merupakan salah satu produsen produk oalahan kakao. Koperasi Patria Raya
Nusantara memproduksi biji kakao menjadi produk kosmetik seperti lulur dan
produk konsumsi seperti bubuk kakao dan cokelat praline. Produk unggulan
Koperasi Patria Raya Nusantara adalah bubuk kakao baik yang original maupun
dengan tambahan varian rasa yang dipasarkan untuk kebutuhan lokal dan ekspor
(Malaysia).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM TARISA PUTRI RAHAYU |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP); PROSES PRODUKSI; KAKAO BUBUK; KOPERASI PATRIA RAYA NUSANTARA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:58 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6373 |
