TRUNOJOYO-KP-24221-180341100024-Pinka Natasya Laksmi_180341100024_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract
Pelabuhan merupakan tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun
penumpang atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas
keselamatan dan kegiatan penungjang pelabuhan. Pelabuhan juga digunakan
sebagai penghubung dalam perdangan lokal, regional, maupun internasional.
Pelabuhan di Indonesia terdiri dari dua klaster yaitu pelabuhan umum dan
pelabuhan khusus. Pelabuhan khusus secara praktis sering ditemuai yaitu dermaga
industri yang dimiliki oleh PT. Petrokimia Gresik. Pelabuhan tersebut memiliki
terminal laut yang dioprasikan untuk kepentingan sendiri atau Terminal Untuk
Kepentingan Sendiri (TUKS) yang digunakan untuk menunjang aktivitas
pembongkaran baku untuk produksi dan aktivitas muat hasil produksi (Praharsi
dan Maulana, 2020).
PT. Petrokimia Gresik melayani permintaan pupuk baik dari konsumen di
Indonesia maupun mancanegara yang melalui kerjasama dengan beberapa supplier
bahan baku. PT. Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk terbesar di Indonesia
yang memiliki peranan penting dalam produksi dan distribusi dalam negeri.
Pengadaan bahan baku dilakukan dengan kerjasama antara perusahaan, supplier,
dan ship owner untuk mengirimkan bahan untuk mengerimkan bahan baku dari
lokasi supplier menuju ke TUKS milik PT. Petrokimia Gresik. Pelabuhan PT.
Petrokimia Gresik merupakan salah satu contoh pelabuhan khusus yang
dioperasikan untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan Nur dan
Firmanto, 2013)
Alur sepanjang pelabuhan sering terjadi pendangkalan yang disebabkan
akibat adanya pasokan sedimen yang berasal dari pantai. Pasokan sedimen dari
pesisir berasal dari perubahan keseimbangan kawasan pesisir yang biasa
disebabkan oleh aktivitas manusia. Wilayah bangunan lepas pantai dan kawasan
daratan pantai ini adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi distribusi
terhadap peningkatan proses sedimentasi dan erosi. Pendangkalan yang terjadi di laut terutama untuk alur pelayaran di dekat pelabuhan dapat diketahui dengan
melakukan survei batimetri untuk mendapatkan informasi menganai pendangkalan
di area pelabugan. Penyelidikan tersebut dilakukan untuk mendapatkan data
batimetri atau kedalaman sehingga dapat diketahui jalur kapal di lokasi yang
mengalami pendangkalan sehingga dapat dilakukan pengerukan agar kapal tidak
kandas (Arifin et al., 2003).
Penelitian untuk mendapatkan sebuah data tentang topografi perairan dapat
ditunjang dengan instrumentasi yang dapat mempermudah saat melakukan
pengambilan informasi dan data di suatu perairan. Pemahaman tentang
penggunaan instrumentasi kelautan ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan
saat pengambilan data. Kesalahan data yang terjadi akibat atau kurangnya
pemahaman mengenai pengoperasian instumen dapat diatasi dengan mempelajari
petunjuk pemakain yang tersedia. Salah satu instrumen yang dapat digunakan
dalam penelitian kelautan mengenai profil kedalaman salah satunya menggunakan
Side Scan Sonar (SSS).
Prinsip kerja dari instrumen SSS ini menggunakan metode Hidroakustik
yang dapat mendeteksi semua target yang ada di kolom perairan. Kelebihan dari
metode hidroakustik yaitu kecepatan dari pengambilan data dan memiliki tingkat
ketelitian yang tinggi terhadap data yang di dapat pada perairan yang dalam dan
luas. Prinsip dasar dari SSS menggunakan suara untuk mendeteksi objek apa saja
yang terdapat didasar laut. Instrumensi ini juga dapat mendeteksi kedalaman
sehingga dapat di ketahui lokasi yang mengalami pendangkalan (Syamsuddin et
al., 2020).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM PINKA NATASYA LAKSMI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | SIDE SCAN SONAR; BATIMETRI; PELABUHAN PT.PETROKIMIA GRESIK |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:58 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6371 |
