TRUNOJOYO-KP-24219-180341100118-Ainul_Yakin_PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Peranan wilayah pesisir dan lautan menjadi bagian penting dari
kegiatan pembangunan perekonomian Indonesia. Secara ekonomis
wilayah ini menjanjikan potensi komersial yang sangat besar karena
memiliki kekayaan dan keanekaragaman sumberdaya alam Salah satu
potensi yang ada di Indonesia adalah mangrove. Mangrove adalah salah
satu tumbuhan yang hidup di daerah pesisir, estuari atau muara sungai.
Mangrove merupakan ekosistem yang terdapat di antara daratan dan
lautan dan pada kondisi yang sesuai mangrove akan membentuk hutan
yang ekstensif dan produktif Hutan Mangrove merupakan salah satu
komunitas tumbuhan yang hidup di kawasan pinggiran pantai. Ekosistem
mangrove memiliki peran yang amat penting dalam aspek ekonomi dan
ekologi bagi lingkungan sekitarnya seperti halnya sebagai sumber daya
alam dan sebagai pelindung lingkungan pesisir. Mangrove merupakan
habitat bagi berbagai jenis satwa liar seperti kepiting dan ikan. Bagi
berbagai jenis udang dan ikan, perairan mangrove merupakan tempat
ideal sebagai daerah suhan, tempat mencari makan dan tempat
pembesaran anak. Mangrove juga merupakan tempat perkembnag biakan
bagi burung air. (Lasibani, 2009)
Perairan Indonesia dengan garis pantai lebih dari 80.000 km diduga
mempunyai hutan mangrove sangat luas yaitu 4,2 juta ha. Hutan
mangrove umumnya terdapat di seluruh pantai Indonesia dan hidup serta
tumbuh berkembang pada lokasi-lokasi yang mempunyai hubungan
pengaruh pasang air (pasang surut) yang merembes pada aliran sungai
yang terdapat di sepanjang pesisir pantai. Berdasarkan luasnya kawasan
hutan mangrove Indonesia merupakan hutan mangrove terluas di dunia
yaitu kurang lebih 4,2 juta hektar melebihi Brazil 1,3 juta Hektar, Nigeria
1,1 juta hektar dan Australia 0,95 juta hektar. Mangrove yang ada di
Indoneesia dikenal mempunyai keragaman jenis mangrove yang tinggi. Ekosistem hutan mangrove di Indonesia memiliki keaneka ragaman
kurang lebih 202 spesies yang terdiri atas 89 spesies pohon, 5 spesies
palem, 19 spesies liana, 44 spesies epifit, dan satu spesies sikas.
(Tarigan, 2010)
Hutan Mangrove merupakan ekosistem dengan fungsi yang unik
dalam lingkungan hidup. Peranan hutan mangrove sangat besar bagi
kehidupan darat maupun laut karena mampu mencegah Abrasi dan Intrusi
air laut ke arah daratan, serta mempertahankan keberadaan spesies
hewan laut penghuni kawasan mangrove. Berbagi daerah mulai untuk
melestarikan ekosistem mangrove. Upaya pelestarian kawasan mangrove
telah dilakukan di desa Banyu Urip, Ujung Pangkah Kabupaten Gresik.
Desa Banyu Urip terletak di Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten
Gresik. Pantai Utara di Kabupaten Gresik telah terkena abrasi sejauh
kurang lebih 2km dari garis pantai dan intrusi air laut sudah dirasakan oleh
wilayah sekitarnya. Rehabilitasi Pantai Utara ini telah dilakukan dengan
menanam bibit bakau setiap tahun dan sampai sekarang telah dilakukan
kurang lebih 20 tahun. Interaksi yang dilakukan antara masyarakat
dengan hutan mangrove membawa dampak yang cukup serius terhadap
ekosistem kawasan maupun terhadap fungsi dan keunikannya.
Keterlibatan masyarakat berdampak terhadap perekonomian rakyat
pesisir yang mempunyai pekerjaan nelayan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AINUL YAKIN |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | MANGROVE; BANYUURIP MANGROVE CENTER KABUPATEN GRESIK |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:58 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6368 |
