IDENTIFIKASI DAN PENANGANAN LIMBAH PADA PROSES PRODUKSI PEMPEK DI PT PRIMABOGA NUSANTARA INTI

ROBBYANTO MULYADI (2022) IDENTIFIKASI DAN PENANGANAN LIMBAH PADA PROSES PRODUKSI PEMPEK DI PT PRIMABOGA NUSANTARA INTI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24206-190331100102-Robbyanto Mulyadi_190331100102_Teknologi Industri Pertanian.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24206-190331100102-Robbyanto Mulyadi_190331100102_Teknologi Industri Pertanian.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Ikan tenggiri biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan Pempek,
Bakso Ikan, Siomay, dan makanan sejenis lainnya yang hanya memanfaatkan
dagingnya saja. Di Palembang terdapat kurang lebih 2 industri penggilingan daging
ikan tenggiri, dan 6 industri pempek. Salah satunya adalah industri pempek Buffet
Dwili yang mengolah ikan tenggiri untuk diambil dagingnya dan dibuat produk
makanan pempek. Dari penelusuran pada industri pempek Buffet Dwili, dalam 1
minggu mengolah rata-rata 50 kg ikan tenggiri sehingga didapat limbah tulang ikan
sebanyak 3,6 kg. Jadi dalam 1 tahun limbah tulang yang dihasilkan dari industri ini
rata-rata sebanyak 173 kg. Sehingga dapat dipastikan bahwa dari sekian banyak
industri pengolahan dan pemanfaatan daging Ikan Tenggiri, didapat banyak tulang
Ikan Tenggiri yang belum dimanfaatkan dan hanya menjadi limbah buangan saja
(Meilita et al. 2009).
Pempek adalah makanan produk pangan tradisional yang berasal dari
daerah Sumatra Selatan, terutama Palembang. Pempek telah menjadi ikon
pariwisata di daerah tersebut, seperti halnya gudeg dari Yogyakarta dan selat solo
dari Solo. Pempek terdiri atas berberapa jenis diantaranya Lenjer, Kapal Selam,
Keriting, Adaan, Tahu, Pistel, dan Pempek Panggang. Pempek jenis Lenjer adalah
jenis pempek yang menggunakan adonan dasar tanpa tambahan apa pun.
Berbeda dengan jenis pempek lainnya yang telah mengalami penambahan bahan
seperti telur, santan, dan kulit ikan. Pempek dibuat dari dua bahan utama, yaitu
bahan dasar daging ikan yang dihaluskan seperti Ikan Tenggiri, Belida, dan Gabus
dan bahan pati tapioka yang ditambahkan garam, air, dan bumbu sebagai penguat
cita rasa. Proses produksi pempek tentu menimbulkan limbah. Limbah tersebut
merupakan bagian dari sisa-sisa bahan pasca produksi yang akan dibuang
langsung ke lingkungan hingga menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan
terutama terhadap lingkungan warga yang ada disekitar pabrik (Amirullah et al.
2020).
PT. Primaboga Nusantara Inti merupakan perusahaan yang bergerak dalam
bidang pengolahan ikan tenggiri yang diolah menjadi produk pempek khas
palembang. Kantor pusat dan pabrik terletak di Pergudangan Bizpark Blok B 52-
53, Jabon, Tambak sawah, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur 61256, Indonesia. Produk
yang dihasilkan dari PT.Primaboga Nusantara Inti telah memenuhi standar
internasional diantaranya pengawasan quality control yang ketat, menerapkan sistem ISO 9001:2008, HACCP (Hazard Analytical Critical Control Point), FSSC
22000 dan standart kualitas lainnya yang digunakan untuk menjaga dan
mempertahankan mutu produk. Produk dari PT.Primaboga Nusantara Inti telah di
pasarkan di beberapa outlet. Untuk limbah di PT.Primaboga Nusantara Inti ini tidak
diolah, limbah yang dihasilkan yaitu kepala ikan, tulang ikan dan air sisa rebusan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
ROBBYANTO MULYADI
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords LIMBAH INDUSTRI; PROSES PRODUKSI; PEMPEK; PT PRIMABOGA NUSANTARA INTI
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:57
Last Modified 24 Oct 2026 16:50
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6346

Actions (login required)

View Item
View Item