TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6858-ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (151kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6858-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (909kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6858-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (267kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6858-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (419kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6858-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (298kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6858-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (86kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6858-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (159kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6858-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6858-Lain-lain.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (85kB)
Abstract
ABSTRAK
Perbuatan main hakim sendiri di masyarakat sering kali terjadi, padahal perbuatan main hakim sendiri adalah problema hukum yang telah menarik perhatian publik, seperti perbuatan main hakim sendiri yang dilakukan terhadap pelaku tindak pidana yang akhir-akhir ini terjadi di Kota Bangkalan. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perbuatan main hakim sendiri di Kota Bangkalan dalam perspektif kriminologi.
Jenis penelitian skripsi ini adalah penelitian hukum empiris. Yaitu penelitian yang yang didasarkan oleh fakta, realita dan permasalahan yang ada di lapangan Sumber data yang digunakan adalah data primer dengan mengadakan wawancara terhadap Kepolisian dan masyarakat (pelaku perbuatan main hakim sendiri) dan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dengan membaca sumber-sumber yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat melakukan perbuatan main hakim sendiri antara lain : 1). Masyarakat tidak percaya terhadap penegak hukum dalam menangani pelaku tindak pidana, 2). Supaya memberikan efek jera terhadap pelaku dan tidak menimbulkan pelaku kejahatan yang lain, 3). Emosi yang sangat tinggi terhadap pelaku tindak pidana. 4). Anggapan bahwa menghakimi pelaku tindak pidana adalah kebiasaan dalam masyarakat. 5). Faktor rendahnya pendidikan masyarakat. 6). Faktor kepolisian yang melakukan pembiaran terhadap kasus main hakim sendiri atau lamban dalam menyelesaikan kasus tersebut. 7). Ikut masyarakat yang lain. Jika mengacu pada pendekatan sebab-musabab perilaku jahat perbuatan main hakim sendiri tersebut di atas, kiranya dapat disimak konsep seorang Emile Durkheim yang mengintrodusir konsep “Anomie” sebagai pemicu adanya suatu situasi kekacauan norma dan arah. Menurut teori Anomie dalam setiap masyarakat terdapat tujuan-tujuan tertentu yang ditanamkan kepada seluruh warganya untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat sarana-sarana yang dapat dipergunakan tetapi dalam kenyataannya tidak setiap orang dapat menggunakan sarana-sarana yang tersedia tersebut dengan melakukan perbuatan main hakim sendiri.
Kata kunci : Perbuatan Main Hakim Sendiri
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM EDY SUSANTO |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | perbuatan main hakim sendiri |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:57 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6327 |
