TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24188-ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24188-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (685kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24188-CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (159kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24188-CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (248kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24188-CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (401kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24188-CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (472kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24188-CHAPTER 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (147kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24188-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (378kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24188-APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (515kB)
Abstract
Cabe jamu atau tanaman yang bernama latin (Piper retrofractum vahl) ini merupakan salah satu tanaman herbal yang didalamnya terdapat kandungan bahan alami yang baik digunakan sebagai pengobatan khususnya untuk obat tradisional. Kandungan senyawa kimia yang terdapat didalam cabe jamu antara lain yaitu saponin, tanin, flavonoid, alkanoid, steroid, triferpenoid dan glikosida yang terdapat dalam organ daun, batang, buah, dan akar. Ekstraksi yaitu suatu kegiatan memisahkan bahan yang tercampur dengan bahan pelarutnya yang cocok bertujuan untuk menghasilkan zat-zat aktif dari bagian tanaman obat. Proses ekstraksi digunakan untuk mengetahui zat-zat aktif yang terdapat pada cabe jamu. Penelitian kali ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbandingan dari ke-empat metode terhadap kandungan senyawa fitokimia, sifat antioksidan, total fenol, dan sifat antibakteri pada ekstrak cabe jamu. Metode penelitian kali ini menggunakan RAL 1 faktorial yaitu perbandingan metode dan dilakukan sebanyak 2 kali pengulangan. Parameter uji pada penelitian kali ini ada 4 macam yaitu, fitokimia, antibakteri, total fenol, dan antibakteri. Hasil dari uji fitokimia dari semua metode hanya pada sampel metode tekanan tinggi yang tidak terdeteksi adanya senyawa saponin, tetapi sampel lainnya dengan berbagai metode dapat mengidentifikasi semua senyawa Ekstrak cabe jamu dengan menggunakan metode tekanan tinggi menghasilkan sifat antioksidan paling tinggi yaitu 90,5%. Ekstrak cabe jamu dengan menggunakan metode tekanan tinggi menghasilkan nilai total fenol paling tinggi yaitu 117,097 ppm. Ekstrak cabe jamu dengan menggunakan metode tekanan tinggi menghasilkan zona hambat sifat antibakteri paling besar pada sampel bakteri E.coli yaitu sebesar 9,54 mm, Ekstrak cabe jamu dengan menggunakan metode infusa menghasilkan zona hambat sifat antibakteri paling besar pada sampel bakteri S.aureus yaitu sebesar 11,51 mm.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM GALANG ADI PRATAMA |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Cabe jamu; Ekstraksi; Fitokimia; Antioksidan; Total Fenol; Antibakteri. |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:56 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6281 |
