TRUNOJOYO-KP-24187-190331100064-Muhammad Idzmam Munir_190331100064_Teknologi Industri Pertanian.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Ikan teri merupakan ikan yang berada di daerah perairan pesisir dan euteria
dengan tingkat keasinan 10-15%. Ikan teri hidup berkelompok yang terdiri dari ratusan
sampai ribuan ekor. Ikan teri berukuran kecil dan besarnya ukuran bervariasi yaitu
antara 6-9 cm (Ekoningtyas dan Agustin, 2014). Perbedaan ukuran disebabkan karena
ada istilah teri yang masih muda dan teri yang muai dewasa sehingga terdapat banyak
ukuran yang tida merata.
Ikan teri merupakan ikan yang bertekstur lunak dan mudah rusak sehingga
perlu penanganan yang cepat pasca panen, salah satu pengawetan yang dilakukan
adalah dengan cara perebusan. Melimpahnya tangkapan dan beragamnya olahan ikan
teri di pasaran juga berimbas pada tingginya limbah perebusan dan limbah ikan teri
(jengki) yang dibuang ke selokan atau laut (Holifah, 2019). Penanganan pasca panen
ini di perlukan untuk memperlambat daya simpan bagi ikan teri yang telah di angkat dari
laut oleh para nelayan yang bida dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah
pemberian es batu setalah penangkapan, melakukan perebusan, atau bisa juga
langsung disimpan di suhu beku.
Menurut Ali et.al, (2015), limbah kepala teri jengki mencapai 15% sedangkan
limbah sisa perebusan ikan teri berkisar 5% dari total produksi. Limbah perebusan terdiri
dari rontokan ikan selama pemanasan berbentuk limbah padat (sludge), juga terdapat
limbah sortasi terhadap potongan atau bagian tubuh ikan yang tidak bias dimanfaatkan
(debrasi). Keberadaan limbah ini dapat mencemari lingkungan karena menimbulkan
bau dan menjadi sumber penyakit. Menurut Sahubawa et.al, (2010) limbah cair industri
perikanan berdampak luas terutama pada kuliatas air permukaan karena potensi protein
dan lemak pada ikan yang bersifat terlarut, tersuspensi dan mudah terurai. Oleh karena
itu penting dilakukannya pengolahan limbah dari produk ikan teri.
PT. Marinal Indoprima merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang
ekspor serta pengolahan hasil perikanan dan kelautan. Produk-produk yang dihasilkan
oleh PT. Marinal Indoprima antara lain Chirimen Anchovy, Gracilia seaweed,
Eucheuma Cottonii Seaweed, Milkfish dan Himego. Atas dasar pemikiran tersebut
maka pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL) dilakukan untuk mengetahui secara
langsung penanganan limbah produk ikan teri nasi (Stolephorus spp.) kering sebelum
dilakukan ataupun setelah dilakukan proses produksi di PT. Marinal Indoprima,
Jumiang, Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MUHAMMAD IDZMAM MUNIR |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | LIMBAH INDUSTRI; IKAN TERI NASI; PT. MARINAL INDOPRIMA, JUMIANG, PAMEKASAN, JAWA TIMUR |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:56 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6279 |
