TRUNOJOYO-KP-24186-180331100035-laporan PKL Ach Fawaid M.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Tanaman teh merupakan sub sektor unggulan di Indonesia. Berdasarkan data
Badan Pusat Statistika (2019), luas areal perkebunan teh pada tahun 2019 dari
Perkebunan Besar Negara mengalami peningkatan, sehingga totalnya menjadi
37.205 hektar. Luas areal Perkebunan Besar Swasta pada tahun 2019 mengalami
kenaikan, sehingga totalnya menjadi 22.581 hektar. Sedangkan Perkebunan Rakyat
pada tahun 2019 mengalami penurunan pada luas arealnya, sehingga totalnya
menjadi 51.484 hektar. Hasil produksi teh di Indonesia tahun 2019 sebanyak
165,030 ton, sedangkan permintaan teh di Indonesia sebanyak 136,667 toh (Pusat
data dan sistem informasi pertanian).
Jenis teh Indonesia yang paling banyak di ekspor keluar negri ialah teh hitam
kemudian teh hijau (Anjani Arifin 2020). Teh Indonesia dikenal dunia sebagai
teh yang banyak mengandung katekin (Antioksidan), semakin tinggi kandungan
katekin maka semakin tinggi manfaat yang diperoleh. Kandungan katekin pada
daun teh sebesar 20 – 30% dari total berat kering daun (Anjasari 2016).
Salah satu perusahaan yang mengelolah teh adalah PT. Perkebunan Nusantara
XII pada kebun Wonosari Malang. Pengolahan teh yang dilakukan pada perusahaan
ini adalah teh hitam bubuk. Menurut Susanto et al (2014), proses yang dilalui untuk
menghasilkan produk teh hitam bubuk pertama pemetikan pucuk, penerimaan
pucuk, pelayuan, penggilingan, oksidasi enzimatis, pengeringan, sortasi,
pengemasan, penyimpanan terakhir proses distribusi.
Menururt Muharni et al (2019), penjadwalan merupakan sebuah sistem yang
mengatur segala sumber daya serta mesin yang tersedia untuk menyelesaikan suatu
pekerjaan dengan memperhatikan suatu batasan atau suatu usaha pengambil
keputusan untuk menentukan dan mengatur jadwal yang paling tepat sehingga suatu
proses menjadi lebih efisien dan dapat terukur dari mulai jadwal tanam hingga
pendistribusian untuk suatu perusahaan. Penjadwalan produksi juga merupakan
tindakan penentuan periode waktu untuk masing-masing pekerjaan dalam proses
produksi. Jadwal produksi adalah rencana penentuan waktu dan volume pekerjaan-
pekerjaan produksi. Pengaruh penjadwalan produksi terhadap kelancaran produksi yaitu pada dasarnya penjadwalan produksi bertujuan untuk meminimalkan waktu,
proses, waktu tunggu langganan dan tingkat persediaan serta penggunaan yang
efisien dari fasilitas, tenaga kerja dan peralatan (Nurzaman 2019).
Salah satu sistem yang penting dan harus ada pada suatu perusahaan adalah
penjadwalan produksi. Pentingnya penjadwalan produksi karena dengan
melakukan penjadwalan yang baik dapat mengurangi waktu menganggur pada unit-
unit produksi barang yang sedang dalam proses produksi. Jika penjadwalan
produksi tidak dilakukan maka akan menyebabkan waktu yang tidak produktif pada
saat proses produksi (Faizal et al 2015). Oleh sebab itu penulis mengambil tema
“penerapan penjadwalan produksi pada pengolahan teh (camellia sinensis) di PT.
Perkebunan Nusantara XII kebun teh Wonosari, Malang.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ACH FAWA’ID MUHTAR |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | PROSES PRODUKSI; TEH; PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN TEH WONOSARI, MALANG |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:56 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6278 |
