TRUNOJOYO-KP-24183-180311100117-Laporan PKL_Wahid Abdul Rochman_180311100117.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Kota Batu merupakan sebuah kota yang berada di Povinsi Jawa Tmur dengan keadaan topografi kota Batu berupa dataran tinggi dan perbukitan yang berlembah-lembah yang terletak di lereng dua pegunungan besar. Jenis tanah yang berada di kota Batu sebagian besar merupakan andosol, selanjutnya secara berurutan adalah kambisol, latosol dan aluvial. Tanahnya berupa tanah mekanis yang banyak mengandung mineral yang berasal dari ledakan gunung berapi. Sifat tanah semacam ini mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi. Daerah pegunungan dengan ketinggian 1000 – 3000 m diatas permukaanlaut. Keadaan iklim batu senditi memiliki suhu rendah (dingin) dengan suhu rata–rata harian antara 15 – 20°C. Sehingga di daerah kota batu matapencaharian penduduk didomisili dari sektor pertanian. Hasil pertanian di Kota Batu memiliki potensi yang beragam mulai dari tanaman pangan, hortikultura, buah-buahan, sayuran dan tanaman hias.
Komoditas pertanian seperti tanaman pangan dan hortikultura merupakan komoditas yang sangat prospektif untuk dikembangkan mengingat potensi sumber daya alam, sumber daya manusia ketersedian teknologi, dan potensi pasar yang semakin meningkat. Sayuran merupakan bahan pangan, tetapi bukan merupakan makanan pokok melainkan sebagai pelengkap atau penyeimbang. Meskipun demikian sayur tidak dapat diabaikan begitu saja. Kandungan gizi seperti aneka vitamin, karbohidrat, dan mineral. Sayuran adalah makanan yang dikonsumsi setiap saat oleh masyarakat sehingga sayuran mempunyai nilai komersial yang cukup tinggi. Sayuran juga termasuk komoditas nabati yang sangat diperlukan oleh tubuh (Irwan dkk, 2005).Buncis merupakan komoditas sayuran yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia mulai dari para penjual makanan sampai ibu- ibu rumah tangga karna harganya yang masih termasuk murah dan memiliki banyak manfaat serta kandungan gizi yang cukup untuk tubuh. Jenis sayuran ini oleh masyarakat Indonesia karena khasiatnya yang banyak untuk kesehatan (Dora, 2010).
Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman sayuran yang termasuk dalam familili Leguminosae. Tanaman buncis berasal dari wilayah selatan Meksiko dan Guetamala. Tanaman ini banyak ditemukan di berbagai lingkungan dengan kondisi panas, beriklim lembab pada dataran rendah hingga dataran tinggi yang dingin. Buncis merupakan tanaman dengan sumber protein nabati dan nilai gizi tinggi yang penting untuk kesehatan (Arenas et al, 2013).
Tanaman buncis dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu tipe merambat (bersifat indeterminate) dan tipe tegak (berbentuk semak dan bersifat determinate)Kultivar merambat memiliki percabangan yang lebih banyak dan jumlah bunga yang lebih banyak, sehingga mempunyai potensi hasil yang lebih besar. Tipe buncis rambat panjangnya dapat mencapai 3 meter dan mudah rebah, sehingga memerlukan lanjaran/ajir agar dapat tumbuh dengan baik. Tipe tegak umumnya pendek dengan tinggi tidak lebih dari 60 cm
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM WAHID ABDUL ROCHMAN |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA TANAMAN; BUNCIS; CV ARJUNA FLORA KOTA BATU |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:56 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6274 |
