TRUNOJOYO-KP-24177-190341100010-M Agung Setiawan_190341100010_Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara yang memiliki kepulauan yang sangat luas dan
diapit oleh banyak lautan. Indonesia adalah negara yang beriklim tropis karena secara
geografis terletak pada papasan garis khatulistiwa, selain memiliki banyak pulau
Indonesia juga memiliki banyak flora dan fauna. Komoditas fauna yang ada di
Indonesia sangat banyak yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat diantaranya
adalah cructacea (Lasabuda, 2013).
Crustacea yang paling terkenal dan cukup potensial untuk dibudidayakan
salah satunya adalah udang vaname. Udang vaname banyak di budidayakan dan
dikembangkan melalui budidaya perikanan. Budidaya udang vaname dengan
teknologi intensif memiliki sintasan dan produksi yang cukup tinggi karena dapat
ditebar dengan kepadatan tinggi dan ketersedian benih yang cukup. Budidaya dengan
teknologi intensif dalam segi pemberian pakan sangat mengguntungakan karena
konversi pakan yang diberikan lebih rendah (Mangampa dan Hidayat, 2010 ).
Udang vaname memiliki banyak keunggulan dalam budidaya udang
khususnya kegiatan budidaya udang di tambak. Udang vaname memiliki nilai
ekonomis yang tinggi, lebih tahan terhadap serangan penyakit serta dapat tumbuh
dengan baik meskipun di lingkungan dengan kualitas perairan yang buruk. Udang
vaname dapat ditebar dengan kepadatan yang cukup tinggi dan waktu pemeliharan
yang cukup rendah yaitu sekitar 90 -100 hari persiklus. Budidaya udang vaname
menggunakan teknologi intensif menggunakan pakan full pelet. Pakan merupakan
sumber nutrisi yang dibutuhkan udang untuk menunjang pertumbuhan dan
perkembangan secara optimal, nutrisi pada pakan yang dibutuhkan meliputi protein,
lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral (Purnamasari et al. 2017).
Pakan merupakan salah satu faktor yang sangat memperngaruhi pada
budidaya udang vaname, nutrisi yang terdapat pada pakan akan berpengaruh pada
laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname. Frekuensi pemberian
pakan yang tepat akan berpengaruh pada laju pertumbuhan dan kesehatan udang.
Pemberian pakan yang berlebihan sehingga pakan tidak termakan akan
menyebabkan sisa pakan mengendap dan mencemari air sehingga dapat menyebabkan penyakit karena daya tahan tubuh udang sangat rendah (Susanti et al.
2015).
Menurut Andre et.al (2021) laju pertumbuhan udang meruapakan
pertambahan jumlah bobot dan panjang pada waktu tertentu. Laju pertumbuhan
udang dapat diketahui dengan cara menghitung pertumbuhan bobot mutlak dan
pertumbuhan panjang mutlak. Pertumbuhan bobot mutlak adalah laju pertambahan
berat udang dari awal pengamatan hingga akhir pengamatan. Pertumbuhan panjang
mutlak adalah laju pertumbuhan panjang udang selama dilakukan pengamatan.
Program studi Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura, saat ini
mengembangkan teori di bidang dunia Kelautan dan Perikanan dimulai dari aspek
biologi laut hingga identifikasi biota dalam dunia perikanan yang mengkaji kualitas
perairan serta pakan yang digunakan untuk budidaya perikanan. Bentuk implementasi
secara langsung serta sistematis antara program studi dengan penguasaan keahlian
yang diperoleh didapatkan melalui PKL (praktik kerja lapang). Kegiatan yang
dilakukan saat PKL akan mencapai tingkat keahlian tertentu yang tidak tidak
didapatkan di ruang kelas. Berdasarkan uraian di atas praktik kerja lapang PKL di
instansi budidaya laut merupakan salah satu instansi besar yang mengkaji tentang
budidaya udang vaname sehingga kami mampu mendapatkan penguasaan keahlian
sesuai di bidang Kelautan dan Perikanan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM M AGUNG SETIAWAN |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PAKAN TERNAK; UDANG VANAME; INSTALASI BUDIDAYA AIR PAYAU PROBOLINGGO |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:56 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6253 |
