TRUNOJOYO-KP-24176-190341100005-Deni Rafsanjani#190341100005#Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) menjadi salah satu komoditas
unggulan ekspor di Indonesia yang mempunyai peluang besar untuk
meningkatkan pendapatan negara. Kedatangan udang vaname (Litopenaeus
vannamei) di Indonesia menjadi komoditas alternative serta udang introduksi
yang diterima oleh para petambak udang Indonesia dikarenakan mempunyai
keunggulan dari udang jenis lain yaitu lebih resisten terhadap penyakit serta
kondisi lingkungan yang ekstrim. Udang jenis vaname (Litopenaeus vannamei)
legal diperbolehkan masuk ke Indonesia melalui SK Menteri Kelautan dan
Perikanan RI. No. 41/2001(Kaligis,2015).
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) adalah produk perikanan
unggulan di sektor perikanan. Faktor utama yang menyebabkan petambak
udang windu beralih ke udang vaname (Litopenaeus vannamei) dikarenakan
meningkatnya permintaan udang vannamei. Provinsi jawa timur di tahun 2016
tercatat untuk pembudidaya udang vannmei mencapai 21. 253 petani dan hasil
produksinya hampir setiap tahunnya mengalami kenaikan. Komoditas udang di
Indonesia memiliki sumbangan volume ekspor terbesar ketiga dari ekspor tuna
dan rumput laut, jika kualitas budidaya udang terus ditingkatkan maka sektor
perikanan Indonesia akan terus meningkat kedepannya (Ramadhani et al.,
2018).
Kegiatan budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) harus
memperhatikan beberapa aspek dan persyaratan budidaya diantaranya
kesiapan dan target yang akan dibudidayakan, wadah atau tempat budidaya.
Kegiatan pembudidayaan vaname (Litopenaeus vannamei) meliputi
pembenihan dan pembesaran supaya menghasilkan komoditas yang unggul.
Probiotik yang memiliki kandungan bakteri baik di dalamnya menjadi unsur
penting dalam kegiatan budidaya ini. Ada dua Aspek yang harus diperhatikan
dalam kegiatan budidaya udang vannamei secara intensif yaitu aspek internal
berupa kualitas benih dan aspek eksternal berupa kondisi lingkungan udang
meliputi pemberian pakan, kualitas air, pengendalian hama dan teknologi yang
digunakan. Buruknya kualitas air menjadi permasalahan utama yang sering
ditemukan selama masa pemeliharaan. Kualitas air yang buruk umumnya
dikarenakan pemberian atau takaran pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan udang. Pakan yang tidak habis akan bersifat toksik,
kemampuan udang meretensi protein sekitar 16.3-40.87 kemudian sisa
pakan yang dicerna akan dibuang dalam bentuk ekskresi residu pakan dan
feses (Budiardi, 2005). Pentingnya teknik pemberian dan komposisi probiotik
yang digunakan dalam budidaya udang untuk memperoleh kualitas dan
kuantitas udang yang baik dan sesuai standart jual inilah yang melatar
belakangi pelaksanaan Praktek Kerja Lapang dengan judul Teknik Pemberian
Probiotik Super PS untuk Pertumbuhan Udang Vaname (Litopanaeus
Vannamei) di Instalasi Budidaya Air Payau Banjar Kemuning Sidoarjo
dilaksanakan.
Kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) dilaksanakan untuk mengetahui
kegiatan teknik pengaplikasian probiotik di Instalasi Budidaya Air Payau Banjar
Kemuning, Sidoarjo Provinsi Jawa Timur. Instalasi Budidaya Air Payau Banjar
Kemuning (IBAP), Sidoarjo Provinsi Jawa Timur menggunakan penambahan
probiotik pada tambak udang untuk menigkatkan kualitas air serta
meningkatkan nafsu makan pada udang. Pengaplikasian probiotik di Instalasi
Budidaya Air Payau Banjar Kemuning, Sidoarjo Provinsi Jawa Timur adalah
secara lingkungan (langsung).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Deni Rafsanjani |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PROBIOTIK SUPER PS; UDANG VANAME; INSTALASI BUDIDAYA AIR PAYAU BANJAR KEMUNING SIDOARJO |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:56 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6251 |
