TRUNOJOYO-KP-24174-190341100097-Yemima Mia D S#190341100097#Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (13MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara maritim terletak di ekuator dapat terjadi berbagai
fenomena atmosfer dan perairan yang sangat kompleks, baik lokal maupun global.
Fenomena mempengaruhi nilai arus, kesuburan perairan dan temperatur. Termoklin adalah
lapisan yang memiliki gradien temperatur vertikal yang signifikan di kedalaman tertentu,
sehingga erat kaitannya dengan nilai temperatur (Ramadhan et al. 2021). Lapisan termoklin
berada di antara lapisan mix layer dibagian atas dan deep layer pada bagian bawah.
Indonesia dikelilingi oleh Samudra Pasifik dan Hindia serta Benua Australia dan Asia.
Letak geografis dipengaruhi oleh garis khatulistiwa (Syah Sholehah, 2021). Lokasi ini
menjadikan Indonesia pertemuan sirkulasi meridian (utara-selatan) yang dikenal sebagai
sirkulasi Hadley dan sirkulasi regional (timur-barat) yang dikenal sebagai sirkulasi Walker,
yang keduanya berdampak signifikan terhadap wilayah tersebut.
Salah satu perairan di Indonesia yang membawa efek besar ke banyak daratan adalah
Laut Jawa, Laut Jawa merupakan perairan yang banyak berbatasan dengan pulau-pulau dan
gugusan kepulauan di Indonesia. Fenomena oseanografi yang terjadi di Laut Jawa
bervariasi karena mendapatkan pengaruh besar dari Samudera Hindia dan Samudera
Pasifik (Mujadida et al. 2021). Selat Madura adalah selat yang memisahkan pulau Jawa
dan Madura. Jarak terdekat antara kedua pulau ini adalah di ujung barat Pulau Madura
(Pantai Barat Madura atau Kabupaten Bangkalan) dan Kabupaten Gresik dan Kota
Surabaya. Selat Madura juga merupakan salah satu infrastruktur yang sangat penting
sekaligus penopang ekonomi bagi masyarakat Jawa Timur, yang digunakan sebagai objek
pariwisata, industri dan transportasi (Hidayah Suhary 2018).
Selat Madura merupakan perairan dangkal dan semi tertutup yang memisahkan dua
pulau, yaitu Pulau Jawa dan Pulau Madura. Perairan ini berbatasan dengan Laut Bali, Selat
Bali, dan Laut Jawa sehingga kondisi fisik dan biologi perairannya sangat dipengaruhi oleh
ketiga perairan tersebut. Perairan ini memiliki rentang perbedaan suhu horizontal maupun
vertikal yang tidak begitu besar, berkisar antara 26,5°C – 30°C (Akhbar et al. 2018).
Sebaran mendatar suhu permukaan perairan Selat Madura pada musim timur menunjukkan
bahwa secara umum sebaran suhu di permukaan perairan cenderung homogen. Sebagian
suhu permukaan laut di wilayah ini sebesar 29°C 30°C. Hal ini menunjukkan adanya
proses pencampuran secara horizontal yang efektif di permukaan. Salah satu penyebab
efektifnya pen-campuran massa air secara horizontal adalah karena pada musim timur, arus
khatulistiwa selatan di permukaan mengalir sangat kuat di lokasi (Trinugroho et al. 2019).
Perairan Indonesia sebagai negara maritim secara geografis beragam dan dampak
kondisi wilayah begitu besar sehingga dampak wilayah terhadap keragaman iklim tidak
dapat diabaikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi curah hujan di Indonesia adalah
fenomena La nina dan El nino (Athoillah et al. 2017). El nino di Samudra Pasifik biasanya
berpihak pada IOD positif di Samudra Hindia, sedangkan La nina berpihak pada IOD
negatif. Peristiwa ekstrim ini memiliki dampak yang signifikan terhadap variabilitas SPL
Samudera Hindia; mereka menyebabkan banjir yang signifikan dan curah hujan di atas
rata-rata di banyak bagian Australia, Indonesia, dan Bangladesh, dan kondisi kekeringan di
Afrika Timur (Khan et al. 2021).
Laut disebut reservoir atau tempat penyimpanan utama dari sistem iklim (Hu et al.,
2020). Sehingga jika terjadi ketidakseimbangan energi total di atmosfer, paling baik dinilai
dengan melakukan menganalisis perubahan dalam penyimpanan energi (Abraham et al.,
2013). Lautan global telah menyerap 93% dari panas ekstra yang terperangkap oleh Bumi
sejak 1970 (Wijffels et al., 2016). Hal ini yang menjadikan parameter oseanografi, Suhu
permukaan laut menjadi salah satu proksi terjadinya perubahan iklim. SPL memiliki
peranan yang cukup signifikan dalam proses terjadinya hujan (Lestari et al., 2017). SPL
membantu laut menyuplai uap air yang berpengaruh pada tinggi rendahnya curah hujan
(Wulandari dan Apriansyah, 2018).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM YEMIMA MIA DARMAWAN SIHMIRAH |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | SUHU PERMUKAAN LAUT; SELAT MADURA; MUSIM BARAT DAN TIMUR; La nina; El nino |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:56 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6249 |
