TRUNOJOYO-KP-24156-180311100011-Halimatus Sadiyah_180311100011_Laporan PKL_Upload.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Jagung (Zea mays L.) adalah tanaman semusim yang sudah lama dikenal di
Indonesia, merupakan sumber pangan dunia terbesar setelah padi dengan gandum.
Diantara beberapa jenis jagung yang ada di Indonesia, terdapat satu jenis jagung lokal
yang sudah mulai jarang dibudidayakanya yaitu jagung pulut/ketan (Sekoh et al,
20..). Jagung pulut atau sebagian orang menyebutnya jagung ketan merupakan salah
satu jenis jagung yang memiliki karakter khusus, yaitu pulut atau ketan. Jagung ini
disebut pulut atau ketan karena lengket dan pulen seperti ketan ketika direbus akibat
kandungan amilopektinnya yang tinggi. Jagung ketan ditemukan di China pada awal
tahun 1900 (Saleh, 2015).
Jagung ketan dapat di manfaatkan untuk diversifikasi pangan, misalnya
jagung pulut masak susu bisa diolah menjadi susu, puding dan es krim. Pati jagung
dapat diolah menjadi bahan pengisi olahan, pengental makanan dan biskuit.
Sementara tepung jagung dapat diolah menjadi olahan kue tradisional untuk subtitusi
terigu seperti stik, cookies dan beras analog (Anonim, 2019 dalam Dulur et al, 2019).
Jagung merupakan komoditas penting dalam industri pangan, industri kimia maupun
industri manufaktur. Jagung dapat diolah menjadi berbagai macam produk, salah
satunya adalah produk setengah jadi seperti tepung. Tepung lebih mudah
diaplikasikan pada produk pangan sehingga pemanfaatan jagung untuk industri
pangan sudah sangat berkembang dan beragam terutama untuk industri menengah ke
atas seperti industri snack food (makanan ringan), minyak jagung, maizena, gula dan
lain sebagainya. Akan tetapi, pada skala petani atau usaha kecil menengah, jagung
umumnya hanya dijual begitu saja sebagai kudapan atau makanan ringan (Sahilatua et
al, 2019).
Menurut Iriani et al (2005) dalam Tengah et al (2017) melaporkan bahwa
jagung pulut merupakan jagung lokal yang memiliki potensi hasil rendah, yaitu
kurang dari 2 ton/ha, tongkol berukuran kecil dengan diameter 10-11 mm dan sangat
peka penyakit bulai. Adapun kendala-kendala produksi jagung pulut yang dihadapi yaitu penanaman varietas lokal secara terus menerus, pemupukan tidak sesuai dosis,
teknik budidaya yang kurang maksimal, dan tidak adanya program bantuan dan
bimbingan yang ditangani oleh pemerintah. Upaya peningkatan produktivitas usaha
tani jagung sangat bergantung pada kemampuan penyediaan dan penerapan teknologi
sistim budidaya yang tepat.
Praktik Kerja Lapang (PKL) merupakan salah satu kegiatan keikutsertaan
mahasiswa secara langsung dan nyata dalam kegiatan kerja profesi pada suatu
lembaga atau instansi yang meliputi proses belajar berdasarkan pengalaman di luar
sistem belajar serta praktikum yang telah dilaksanakan di kampus. Kegiatan PKL
memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh
dari kampus dalam dunia usaha pertanian. Praktik Kerja Lapang ini dilakukan di
salah satu perusahaan yaitu PT. Wira Agro Nusantara Sejahtera yang bergerak
dibidang yang berada di Kediri, Jawa Timur dan dengan tujuan untuk mengetahui
teknik budidaya tanaman jagung pulut.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM HALIMATUS SA’DIYAH |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA TANAMAN; JAGUNG PULUT; PT. WIRA AGRO NUSANTARA SEJAHTERA, KEDIRI, JAWA TIMUR |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:55 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6223 |
