TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33474-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (367kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33474-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33474-Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (285kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33474-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (601kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33474-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (286kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33474-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (721kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33474-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (265kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33474-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (376kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33474-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (628kB)
Abstract
Ketidaksantunan bahasa adalah pelanggaran norma kesantunan yang telah disepakati. Ketidaksantunan bahasa dapat menimbulkan kesan negatif dalam berkomunikasi di masyarakat. Selain itu, ketidaksantunan bahasa dalam bentuk karya sastra menyebabkan penggunaan bahasa tidak santun di kalangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan faktor ketidaksantunan bahasa pada naskah drama “Malam Jahanam” karya Motinggo Boesje. Sumber data penelitian ini berupa teks dalam naskah drama “Malam Jahanam”. Data yang digunakan berupa teks tuturan antatokoh dalam naskah drama “Malam Jahanam” yang terdapat bentuk dan faktor ketidaksantunan bahasa. Teknik analisis data ini adalah reduksi data (baca dan catat), penyajian data, dan simpulan.rnHasil dari penelitian yaitu bentuk ketidaksantunan bahasa yang terdapat pada teks tuturan antartokoh dalam naskah drama “Malam Jahanam”, yakni bentuk langsung, bentuk positif, bentuk negatif, bentuk sarkasme, dan bentuk menahan kesantunan. Pada penelitian ini, semua bentuk ketidaksantunan ditemukan pada tuturan antartokoh. Hal ini terjadi karena temuan data bentuk ketidaksantunan bahasa memiliki jumlah data yang tidak jauh berbeda. Selanjutnya, terdapat faktor yang melatarbelakangi penggunaan bahasa menjadi tidak santun, yakni faktor hubungan sosial, tingkatan sosial, dan kesengajaan. Faktor hubungan sosial, tuturan pasangan mendominasi penggunaan ujarakan ejekan dan hinaan. Hal ini terjadi karena antartokoh tidak memiliki kesamaan pemikiran atau gayut dalam berkomunikasi. Faktor kesengajaan, antartokoh yang terlibat dalam perselisihan menggunaan bahasa sindiran kepada mitra tutur. Hal ini terjadi karena antartokoh merepresentasikan perasan atau emosional kepada mitra tutur. Faktor tingkatan sosial, antartokoh pada tuturan yang memiliki perbedaan status dan norma sosial. Hal ini terjadi karena antartokoh memiliki padangan berbeda terkait pekerjaan, usia, dan norma adat yang berbeda.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ANDRIAS PARIKESIT |
| Department | Pendidikan BHS dan Sastra IND. |
| Uncontrolled Keywords | ketidaksantunan, naskah Malam Jahanam, bentuk, faktor. |
| Divisions | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:54 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6179 |
