TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24139-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (290kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24139-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24139-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (977kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24139-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (673kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24139-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (373kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24139-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24139-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (190kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24139-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (406kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-24139-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia merupakan salah satu negara berpenduduk muslim terbesar, hal ini bisa dilihat dari jumlah masjid yang ada di Indonesia. Jumlah masjid yang sangat banyak ini tidak diimbangi dengan perkembangan perekonomian di masyarakat. Padahal pada zaman Rasulullah saw masjid merupakan salah satu tempat pusat perekonomian umat. Bahkan pada zaman sekarang, takmir atau pengurus masjid berlomba-lomba membangun dan mempercantik masjid tanpa tahu bahwa disamping masjid tersebut masih banyak jamaahnya yang untuk makan saja susah, apalagi masih harus diminta iuran untuk pembangunan masjid, tentu hal ini meresahkan sebagian jamaah. Salah satu masjid yang tidak terlalu besar tetapi manfaat dari kehadirannya sangat dirasakan oleh jamaah dan warga sekitar adalah Masjid Jogokariyan yang terletak di Kota Yogyakarta. Takmir Masjid Jogokariyan mempunyai pola pikir yang sangat bagus sekali, utamanya dalam mencukupi kebutuhan jamaah. Masjid ini fokus memberikan pelayanan yang terbaik kepada jamaah tanpa perlu khawatir akan biaya operasional masjid itu sendiri dikarenakan masjid ini sudah mandiri. Tidak mudah memang dalam mencapai masjid mandiri, oleh karena itu dalam penelitian ini akan dibahas bagaimana model ekonomi masjid yang diterapkan oleh takmir sehingga diterima oleh masyarakat dan juga bagaimana strategi takmir untuk menjadikan Masjid Jogokariyan sebagai masjid mandiri. Dan dalam penelitian ini ditemukan bahwa model yang diterapkan adalah dengan cara melibatkan jamaah dalam segala kegiatan masjid, mengundang sholat berjamaah, mencoba memenuhi kewajiban dasar dari jamaah, dan membina jamaah yang memiliki usaha. Karena ikatan jamaah dengan takmir masjid sangat kuat, sehingga masjid ini tidak pernah sepi dari jamaah. Hal ini kemudian mengundang perhatian dari masyarakat luar untuk merasakan atmosfer berjamaah di Masjid Jogokariyan. Banyaknya jamaah yang datang dari jauh kemudian membuat takmir berinisiatif membangun kamar hotel yang berada 1 bangunan dengan masjid sebagai tempat penginapan jamaah. Dari hasil hotel tersebut, takmir masjid sudah bisa menutup semua operasional yang dibutuhkan oleh Masjid Jogokariyan sehingga masjid ini sudah mandiri tanpa harus bergantung pada infak jamaah, dan infak dari jamaah sepenuhnya bisa dikembalikan manfaatnya untuk kepentingan jamaah kembali.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MOH. SIDQI AMIEN |
| Department | Ekonomi Syariah |
| Uncontrolled Keywords | Masjid Jogokariyan; Ekonomi Masjid; Masjid Mandiri |
| Divisions | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 - Ekonomi Syariah |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:54 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:50 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6156 |
