TEKNIK POLINASI PADA PRODUKSI BENIH TANAMAN SEMANGKA (Citrulus lanatus Thunberg.) di PT. BENIH CITRA ASIA JEMBER

WINDA EKA SARI (2021) TEKNIK POLINASI PADA PRODUKSI BENIH TANAMAN SEMANGKA (Citrulus lanatus Thunberg.) di PT. BENIH CITRA ASIA JEMBER. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24126-180311100016-Winda Eka Sari_180311100016_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24126-180311100016-Winda Eka Sari_180311100016_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (972kB)

Abstract

Buah semangka merupakan salah satu komoditi buah-buahan tropika yang
mempunyai daya tarik khusus karena buahnya yang segar, banyak mengandung
air kurang lebih 92%. Walaupun nilai gizinya termasuk rendah yaitu hanya
mengandung 70% karbohidrat dalam bentuk gula dan kandungan vitamin serta
mineralnya pun tergolong rendah, namun buah ini diminati konsumen karena
rasanya yang segar (Kalie, 2001). Semangka (Citrullus lanatus Thunberg.)
merupakan salah satu jenis buah hortikultura yang berasal dari Afrika. Buah
semangka satu kerabat dengan buah melon, mentimun, dan labu-labuan yang
memiliki rasa manis dan segar sehingga banyak dikonsumsi oleh berbagai lapisan
masyarakat. Buah semangka yang kaya zat gizi dan kaya akan kandungan air nya
sangat cocok untuk dikonsumsi di daerah tropis (Laksono, 2018).
Tanaman semangka berasal dari Afrika dan saat ini telah menyebar ke
seluruh dunia, baik di daerah sub tropis maupun tropis. Tanaman semangka
bersifat semusim dan tergolong cepat berproduksi. Daya tarik petani terhadap
budidaya semangka yaitu terletak pada nilai ekonomiknya yang tinggi. Selain itu
beberapa kelebihan usaha tani semangka diantaranya umur tanaman yang relatif
pendek (genjah) yaitu sekitar 70-80 hari, dapat dijadikan tanaman penyelang atau
pengganti di lahan sawah pada musim kemarau, mudah dilakukan oleh petani
dengan cara biasa (konvensional) maupun dengan cara semi intensif hingga
intensif, serta memberikan keuntungan usaha yang memadai (Rukmana, 2006).
Produksi buah semangka nasional sekitar 497.650 ton dan konsumsi buah
semangka 498.483 ton. Untuk memenuhi kebutuhan nasional memerlukan impor
sebesar 832, 38 ton. Produksi buah semangka untuk konsumsi nasional
membutuhkan benih sebanyak 14,7 ton, sedangkan produksi benih semangka
dalam negeri sekitar 12,5 ton. Oleh sebab itu membutuhkan impor benih sebanyak
2,2 ton benih (BPS, 2015). Sedangkan produksi semangka pada tahun 2019
mencapai 148.803 ton (BPS, 2019). Setiap tahunnya kebutuhan konsumsi
semangka mengalami peningkatan tetapi kurang dalam menyediakan benih
semangka yang unggul.
Benih merupakan salah satu komponen dalam budidaya tanaman yang
merupakan kunci keberhasilan usaha tani. Benih hibrida ialah benih yang berasal
dari persilangan antara dua tetua yang berbeda secara genetik. Materi genetik
yang digunakan dalam persilangan harus berasal dari tetua yang unggul, dalam hal
ini adalah tetua betina sebagai sumber putik dan tetua jantan sebagai sumber
serbuk sari (Widiastuti, 2008). Dalam penentuan benih yang unggul efektifitas
penyerbukan (polinasi) merupakan hal yang penting.
Efektifitas penyerbukan sangat ditentukan oleh kualitas super daya
manusia penyerbuk serta jumlah berapa yang harus diserbukkan. Sementara itu,
waktu penyerbukan juga menentukan keberhasilan produksi. Penyerbukan untuk
pembentukan buah dan biji menjadi penentu tinggi rendahnya produksi semangka.
Keberhasilan penyerbukan dipengaruhi oleh kematangan dari bunga jantan dan
bunga betina itu sendiri. Masa kematangan stigma dan polen pada sebagian besar
tumbuhan bunga terjadi dalam waktu singkat yaitu antara 1-3 hari. Bahkan ada
beberapa jenis tumbuhan masa kematangan stigma dan polen hanya terjadi dalam
beberapa jam (Heslop, 1970).
Jumlah biji yang dihasilkan pada buah semangka merupakan faktor utama
penentu keberhasilan dalam produksi benih semangka di tingkat produsen benih.
Rendahnya jumlah biji yang dihasilkan pada semangka bisa disebabkan oleh dua
faktor yaitu inkompatibilitas genetis dan fertilisasi yang tidak efektif (Rahajeng,
2013). Alternatif yang perlu dilakukan untuk mengatasi jumlah biji rendah yang
disebabkan fertilisasi tidak efektif ialah dengan memilih waktu polinasi dan
frekuensi polinasi yang tepat. Waktu polinasi berkaitan erat dengan reseptivitas
putik pada bunga. Kegiatan polinasi pada saat reseptivitas putik kurang
maksimum dapat mengurangi hasil jumlah biji. Waktu polinasi berkaitan dengan
beberapa faktor lingkungan seperti suhu udara (°C) dan kelembaban udara (%).
Frekuensi polinasi pada penelitian ini artinya kegiatan jumlah polinasi dilakukan
satu kali atau dua kali pada setiap bunga (Bomfim et al., 2015). Penyerbukan
bunga dapat dilakukan lebih dari satu kali selama bunga betina masih berada pada
masa reseptive (Kwak, 1986).
Jumlah biji merupakan indikator keberhasilan dalam produksi benih,
semakin banyaknya biji maka produksi benih juga meningkat. Benih yang baik harus sesuai dengan komponen mutu benih yang meliputi mutu fisik, mutu
fisiologi, mutu genetik, dan kesehatan benih. Dalam mencapai mutu genetik benih
hal yang mempengaruhi adalah teknik polinasi yang dilakukan. Dalam melakukan
polinasi yang harus diperhatikan adalah tepat cara, tepat waktu, dan tepat fase.
Oleh karena diperlukan suatu pemahaman yang benar mengenai teknik polinasi.
PT. Benih Citra Asia merupakan tempat yang tepat untuk belajar dan
memperoleh informasi serta tempat praktik kegiatan polinasi pada produksi benih
tanaman semangka. PT. Benih Citra Asia adalah produsen benih unggul tanaman
pangan dan hortikultura. Guna mempelajari lebih lanjut tentang teknik polinasi
pada produksi benih tanaman semangka, penulis melaksanakan praktik kerja
lapang di PT. Benih Citra Asia Jember.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
WINDA EKA SARI
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords POLINASI; BENIH TANAMAN; SEMANGKA; PT. BENIH CITRA ASIA JEMBER
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:53
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6113

Actions (login required)

View Item
View Item