TRUNOJOYO-KP-24117-180341100112-PKL FULL_RIZKY EKA M.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki potensi sumber
daya yang melimpah terutama sumber daya laut. Potensi sumber daya yang
melimpah perlu dikelola dengan baik agar meningkatkan pendapatan ekonomi di
daerah pesisir. Dalam peningkatan potensi sumber daya yang ada, tidak lepas peran
dari mikroorganisme yang hidup dilaut. Salah satu mikroogrnisme yang hidup di
laut yakni fitoplankton. Fitoplankton merupakan mikroorganisme di dalam laut
yang memiliki peran sebagai produsen. Fitoplankton dapat menghasilkan energi
sendiri dengan cara fotosintesis. Tingkat kesuburan di laut bergantung pada banyak
sedikitnya fitoplankton, sehingga kelimpahan fitoplankton juga menjadi parameter
tingkat kesuburan suatu perairan (Sihombing et al, 2013). Klorofil-a merupakan
salah satu pigmen yang ada di dalam fitoplankton. Klorofil-a dapat di identifikasi
menggunakan penginderaan jauh.
Penginderaan jauh merupakan upaya mendapatkan informasi pada suatu
wilayah tanpa harus datang ke lokasi. Penggunaan inderaja telah banyak
dimanfaatkan berbagai kepentingan salah satunya untuk kepentingan inventaris
sumber daya alam, dan pengembangan suatu wilayah dengan tingkat kerincian yang
cukup bagus dan memakan biaya operasional yang sangat murah. Kelimpahan
klorofil-a merupakan salah satu objek yang bisa diidentifikasi menggunakan
penginderaan jauh (Syah, 2010). Penginderaan jauh memanfaatkan data citra satelit
sebagai data yang akan di analisa. Penggunaan dan pemanfaatan penginderaan jauh
sangat fleksibel serta tergantung sesuai dengan bidang yang akan dikerjakan.
Beberapa bidang yang memanfaatkan penggunaan teknologi penginderaan
jauh seperti bidang tata kota, geografi, dan kelautan. Penggunaan penginderaan jauh
di bidang kelautan juga dapat dimanfaatkan untuk mengetahaui sebaran klorofil-a,
suhu permukaan laut serta kecepatan dan arah arus permukaan laut (Syah, 2010).
Pengetahuan mengenai klorofil-a, suhu permukaan laut serta kecepatan dan arah
arus permukaan laut sangat penting diketahui. Salah satu contoh indicator
kesuburan yang sangat penting diketahui yakni kelimpahan klorofil-a. Klorofil-a
merupakan salah satu indicator oseanografi pada suatu pulau yang dapat berguna
sesuai dengan tujuan pemakainya. Dalam kasus pulau-pulau kecil dibutuhkan beberapa riset pengembangan yang salah satunya membutuhkan informasi
mengenai kondisi oseanografi. Sebagai contoh Rencana Zonasi Kawasan Strategis
Nasional (RZ-KSN) Laut Banda yang menjadi kawasan konservasi dan dilindungi
yang membutuhkan informasi oseanografi untuk terus melakukan pengembangan
baik sosial, ekonomi maupun budaya. Badan yang berwenang dalam menangani
ranah tersebut yakni Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia
tepatnya Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut.
Direktorat Jendral Pengelolaan Ruang Laut merupakan satuan kerja pada
Kementerian Kelautan dan Perikanan yang melaksanakan perumusan dan
pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan ruang laut, pengelolaan konservasi
dan keanekaragaman hayati laut, pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP mempunyai fasilitas dan tenaga
ahli yang mendukung dalam pembelajaran dan penelitian yang dilaksanakan.
Dengan adanya Praktik Kerja Lapang (PKL) di Direktorat Jenderal Pengelolaan
Ruang Laut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman
mahasiwa mengenai teori dan praktiknya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RIZKY EKA MAULANA |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | KLOROFIL-A; ZONASI KAWASAN STRATEGIS NASIONAL; LAUT BANDA |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6095 |
