TRUNOJOYO-KP-24111-190341100028-MAURA SYAFA HAFIDAH#190341100028#ILMU KELAUTAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Pulau Lombok merupakan salah satu pulau dalam wilayah kepulauan Nusa
Tenggara Barat. Pulau Lombok merupakan pulau di Indonesia yang sangat indah
dan asri. Pulau Lombok ini dikenal juga sebagai pulau seribu masjid yang dikelilingi
oleh pantai-pantai yang sejuk dan indah. Seiring dengan banyaknya tempat
pariwisata, Pulau Lombok juga memiliki kualitas lingkungan sebagai tempat
budidaya biota laut salah satunya kerang abalone (Haliotis sp.) atau biasa disebut
dengan kerang mata tujuh (Maharani et al., 2021).
Kerang abalone (Haliotis sp.) atau kerang mata tujuh ini merupakan salah
satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi mencapai US$
10-12 per kilogramnya. Hal ini dapat menunjukan bahwa komoditas kerang abalone
(Haliotis sp.) layak untuk dikembangkan di masa yang akan datang. Kerang abalone
(Haliotis sp.) memiliki beberapa hal yang sangat penting sehingga dapat dipilih dan
dijadikan target utama dalam pengembangan spesies unggulan sebagai kegiatan
akuakultur oleh industry Indonesia. Kegiatan akuakultur oleh industry Indonesia
memanfaatkan daging kerang abalone (Haliotis sp.) yang memiliki kandungan
protein 71,99%, lemak 3,20%, serat 5,60%, kadar abu 11,11% dan kadar air 0,60%.
Selain itu cangkang kerang abalone (Haliotis sp.) memiliki nilai estetika yang dapat
digunakan untuk perihasan dan bentuk kerajinan lainnya. Oleh karena itu, komoditas
ini sangat penting dan butuh perhatian lebih untuk budidaya hidupnya (Ataria et al.,
2021).
Kerang abalone (Haliotis sp.) lebih banyak diperoleh dari tangkapan alam
yang dapat menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya pengambilan yang tak
terkendali, sehingga dapat memepengaruhi pertumbuhan kerang abalone (Haliotis
sp.) serta kelangkaan yang akan berhakhir kepunahan. Oleh karena itu, diperlukan
upaya perkembangbiakan serta pengawasan dalam pemberian pakan kerang
abalone (Haliotis sp.) diantaranya stock enhancement pada habitat asli,
perkembangbiakan secara buatan yang terkendali seperti tempat budidaya sebagai
komoditas kerang abalone (Haliotis sp.) yang dapat dijadikan usaha komersil yang
menguntungkan, pengawasan pemberian pakan dalam masa pertumbuhan untuk tetap menjaga kestabilan keturunan kerrang abalone. Pemberian pakan kerang
abalone ini memiliki beberapa Teknik sesuai dengan masa pertumbuhan. Teknik
pemberian pakan kerrang abalone yang sesuai dengan masa pertumbuhannya ini
terdiri dari beberapa bahan baku salah satunya rumput laut. Rumput laut yang
digunakan dalam pemberian pakan ini salah satunya Ulva Sp., Grasilia Sp. Dan
Nitzchias Sp. Dari fiktoplanton. Terbatasnya jumlah unit pembenihan dan tingkat
kelangsungan hidup benih masih rendah pada stadia larva yang membuat jumlah
benih sangat kecil. Usaha budidaya ini membutuhkan suatu tempat untuk
berlangsungnya perkembangan kerang abalone (Haliotis sp.) seperti tempat balai
perikanan dengan pengawasan lebih. Salah satu balai perikanan yang
mengembangkan usaha budidaya kerang abalone (Haliotis sp.) ini ada di
Sekotong Barat, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Sekotong Barat, Lombok Barat,
Nusa Tenggara Barat mulai mengembangkan usaha budidaya kerang abalone
(Haliotis sp.) yang diperekayasan pada tahun 2002. Harapan yang dihasilkan oleh
BBL Lombok Barat ini dapat menjadi suplay benih serta teknologi yang siap
diadopsi oleh pembudidaya. Berkaitan dengan nilai ekonomis kerang abalone
(Haliotis sp.) yang tinggi, maka penulis memilih pelaksanaan kegiatan teknik
pemberian pakan kerang abalone (Haliotis sp.) sebagai Praktik Kerja Lapang
(PKL) di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Sekotong Barat, Lombok Barat,
Nusa Tenggara Barat.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MAURA SYAFA HAFIDAH |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PAKAN TERNAK; KERANG ABALONE; ULVA SP.; GRASILARIA SP.; NITZCHIAS SP; BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOKBARAT, NUSA TENGGARA BARAT |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6087 |
