TRUNOJOYO-KP-24110-180311100055-LAPORAN PKL_FARIHA SYA_BANIA_180311100055.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Kemangi (Ocimum sanctum L.) adalah salah satu dari keanekaragaman
hayati yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Kemangi merupakan tanaman
yang mudah didapatkan tersebar hampir diseluruh Indonesia karena dapat
tumbuh liar maupun dibudidayakan (Sudarsono et al., 2002). Kemangi memiliki
bau dan rasa yang khas, digunakan sebagai lalapan segar untuk dimakan dan
memiliki berbagai macam khasiat (Hadipoentyanti Wahyuni, 2008), Kemangi
dapat mengobati gangguan pada lambung dan hati serta memiliki efek analgesic,
antihiperlipidemia dan antioksidan (Baseer, 2016). Daun kemangi juga dapat
mengobati penyakit kanker seperti kulit, paru- paru, payudara, prostat, leher
rahim dan karsinoma mulut (Joseph, 2013). Ekstrak kemangi memiliki efek
antioksidan, antikanker dan antimikroba (Sarah, 2015). Dengan kebutuhan ini
kemangi mulai di jadikan salah satu produk pertanian yang dibudidayakan.
Penelitian tentang manfaat tanaman kemangi dilakukan oleh banyak orang
karena kandungan yang terdapat pada tanaman kemangi dengan vitamin dan
nutrisinya sangat bermanfaat untuk tubuh manusia.
Berkaitan dengan hal diatas dalam penerapan teknologi pertanian modern
(penggunaan bibit unggul, pupuk kimiawi, dan pestisida) dan intensifikasi
penggunaan lahan menimbulkan degradasi lahan yang cukup besar sehingga
mengakibatkan penurunan produktivitas tanaman pertanian. Hal ini disebabkan
penggunaan pupuk kimia secara berlebihan untuk meningkatkan produktivitas
telah mengakibatkan permasalahan tersendiri yaitu menurunnya kesuburan dan
pemiskinan unsur hara tanah (Setiono Hadi, 2010).
Pertanian organik merupakan sebuah sistem budidaya yang tidak
menggunakan bahan-bahan kimia buatan baik dari pupuk kimia maupun
pestisida kimia dengan kata lain, pertanian organik hanya mengandalkan bahan-
bahan alami dalam proses produksinya. Negara Indonesia merupakan negara
yang berpotensi untuk dijadikan pengembangan pertanian organik, komoditas
yang bisa dikembangkan di Indonesia seperti tanaman holtikultura sayuran dan
buah, tanaman pangan serta tanaman perkebunan (AOI, 2016).Tujuan utama
pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan
pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak
merusak lingkungan.
CV. Tani Organik Merapi lahir karena cita-cita, pemikiran niat serta harapan
akan kondisi alam pada umumnya dan tanah pertanian pada khususnya. Tani
Organik Merapi bertekad ikut dalam program menyelamatkan lahan pertanian
dengan bijak. Tani Organik Merapi berperan aktif dalam mengembangkan sistem
pertanian organik secara langsung dan berharap dapat menghasilkan produk-
produk pertanian yang berkualitas sehingga mendukung kesehatan masyarakat.
Sistem pertanian yang Tani Organik Merapi dan kembangkan adalah sistem
organik yang tidak menggunakan sama sekali produk kimia, untuk itu Tani
Organik Merapi senantiasa menggembangkan sistem pertanian organik
maksimal.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FARIHA SYA’BANIA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA TANAMAN; KEMANGI; CV. TANI ORGANIK MERAPI, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6085 |
