TRUNOJOYO-KP-24105-190351100052-Bilal.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki kekayaan
sumberdaya alam hayati yang melimpah dan beranekaragam. Produksi
perikanan di Indonesia sangat besar, salah satu nya adalah produksi udang.
Udang vanname (Litopenaeus vannamei) merupakan spesies introduksi dari
perairan Amerika Tengah dan negara-negara di Amerika Tengah dan Selatan
seperti Ekuador, Venezuela, Brazil, Panama dan Meksiko (Nababan et al., 2015).
Menurut Wyban (2007), mulai tahun 1997 udang putih atau vaname
(Litopenaeus vannamei) dibudidayakan dan berhasil meningkatkan produksi
udang dunia karena induk udang putih sudah berhasil didomestikasi. Produksi
udang putih dunia naik dari sekitar 100.000mt (10% dari produk udang dunia)
pada tahun 1998 menjadi sekitar 1.500.000 mt (75% dari produk udang dunia)
pada tahun 2006. Udang vanname resmi diizinkan masuk ke Indonesia melalui
SK Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. 41/2001 (WWF-Indonesia, 2014).
Udang vanname memiliki beberapa keunggulan, yaitu dapat hidup pada media
air dengan salinitas yang lebar, dapat ditebar dengan kepadatan yang tinggi
hingga lebih dari 150 ekor/m 2 waktu pemeliharaan yang pendek sekitar 90-100
hari per siklus, dan resisten terhadap kualitas air yang rendah (Hudi dan Shahab,
2005). Menurut Liang et al (2008), udang vanname yang dibudidayakan pada
media air laut memiliki kandungan protein yang tinggi, kadar air rendah sehingga
tekstur daging udang lebih padat dan ekstrak udang vanname yang
dibudidayakan pada air laut memiliki kandungan umami yang tinggi, memiliki
rasa yang manis dan tidak mengandung off-flavor.
Budidaya merupakan salah satu kegiatan alternatif untuk meningkatkan
produksi perikanan (Hikmayani et al., 2012). Syarat terlaksananya kegiatan
budidaya adalah adanya organisme yang dibudidayakan, media hidup
organisme, dan wadah atau tempat budidaya. Udang vanname merupakan salah
satu komoditas udang yang dibudidayakan di Indonesia. Proses budidaya udang
vanname terbagi menjadi 3 sektor kegiatan, yaitu pembenihan, pendederan dan
pembesaran. Kegiatan Pembesaran udang vanname meliputi persiapan tambak,
pemilihan dan penebaran benur, manajemen kualitas air, manajemen pakan dan
pengendalian penyakit, hingga panen. Kualitas Air adalah faktor pembatas dalam
budidaya perairan. Kualitas air yang sesuai dengan kebutuhan akan membuat biota budidaya dapat tumbuh dengan optimal. Budidaya intensif yang
menerapkan padat penebaran tinggi dan pemberian pakan optimal
mengharuskan manajemen pengelolaan kualitas air yang ketat (Supono, 2018).
Kualitas lingkungan sebagai media hidup udang memegang peranan yang
sangat penting bagi tingkat kehidupan udang. Manajemen kualitas air tambak
yang baik diharapkan mampu mengarahkan perairan tambak seperti perairan
pada habitat alami udang dan dapat meningkatkan produktivitas tambak
pembesaran udang vanname. Oleh sebab itu, agar dapat lebih memahami
serangkaian kegiatan manajemen kualitas air tambak pembesaran udang
vanname, diperlukan pelaksanaan Praktik Kerja Lapang mengenai manajemen
kualitas air tambak pembesaran udang vanname di Balai Perikanan Budidaya Air
Payau Situbondo Instalasi Gelung.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM HABIB BILAL ABDILLAH |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | TAMBAK; UDANG VANNAME; BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU SITUBONDO |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6073 |
