TRUNOJOYO-KP-24095-180331100094-180331100094_Muhammad Alief Maulidi Wijaya_TATA LETAK FASILITAS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (967kB)
Abstract
PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Bantaran afd. Sirah Kencong
merupakan salah satu perusahaan yang membudidayakan tanaman teh dan
mengolah tanaman teh menjadi bubuk teh hitam menggunakan metode CTC
(Crushing, Tearing, Curling). PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Bantaran afd.
Sirah Kencong berlokasi di Perkebunan Teh Sirah Kencong, Ngadirenggo,
Wlingi, Blitar, Jawa Timur. PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Bantaran afd.
Sirah Kencong memiliki areal konsensi seluas 1.374,283 Ha yang terdiri dari tiga
afdeling yaitu afdeling Sirah Kencong, sub Bantaran, dan Penataran.
Perkebunan teh Bantaran merupakan sebuah warisan atau peninggalan dari
pemerintah kolonial Belanda. Perkebunan Teh Bantaran ini sudah dijalankan oleh
negara Belanda sendiri sejak tahun 1880 dengan luas areal tanam mencapai 501
bouws. Pada saat itu perusahaan yang memegang perkebunan Bantaran yakni N.
V. Cult. Mij. Djenang, e. en. O, dengan ditanami kopi, peper dan padi.
Perkebunan teh Bantaran yang dimiliki pleh negara Belanda ini dinasionalisasi
pada 1957 dengan nama Pusat Perkebunan Negara (PPN) baru. Hal ini dibuktikan
dengan dikeluarkannya Keputusan Pemerintah no. 86 tentang Nasionalisasi
perkebunan milik Belanda di Indonesia. Perkebunan teh Bantaran mengalami
beberapa perubahan dalam kepemimpinan dan pengolaan. Dari keberadaan
perkebunan Bantaran sedikit banyak memberikan beberapa dampak bagi
kehidupan masyarakat baik di bidang Ekonomi ataupun di bidang Sosial.
Perkebunan Teh Bantaran merupakan salah satu aset milik negara yang dijadikan
wadah untuk mendapatkan laba dan mensejahterakan perekonomian Indonesia
melalui ekspor teh ke berbagai negara.Teh yang diekspor dan dikonsumsi di
dalam negara berbanding 9:1. Produksi teh dari tahun 2000 hingga 2014
mengalami fluktuasi atau naik turun yang disebabkan oleh beberapa faktor antara
lain cuaca, angin dan hasil petikan pucuk teh. Pada tahun 2014 produksi teh
perkebunan Bantaran mengalami kenaikan hingga mencapai target yang
ditentukan perusahaan yakni sekitar kurang lebih 1,5 ton. Perkebunan Bantaran
memberikan dampak sosial-ekonomi terhadap masyarakat sekitar. Perkebunan Bantaran dapat menyerap tenaga kerja yang baik sehingga kehadirannya di Desa
Tulungrejo memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Tenaga kerja
yang terserap utamanya sebagai pemetik teh (Ardila 2016).
Teh merupakan salah satu komoditas yang lumayan unggul pada bidang
pertanian di Indonesia yang merupakan produsen teh terbesar ketujuh di dunia.
Minuman teh ini merupakan minuman yang sering dikonsumsi oleh banyak orang
sebagai minuman penyegar maupun obat. Sebuah infusi yang dibuat dengan cara
menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman
Camellia sinensis dengan air panas. Posisi Indonesia saat ini adalah produsen teh
terbesar ketujuh di dunia. Meskipun ada penurunan luas lahan, jumlah produksi
teh tetap stabil (Putriani dan Kardha 2020). Hal ini mengindikasikan bahwa
perkebunan-perkebunan teh yang tersisa lebih produktif. Teh menjadi primadona
minuman khas yang cocok disegala musim dan banyak digemari segala usia.
Selainitu teh sering dicari untuk kesehatan tubuh sebagai antioksidan, mencegah
penyakit jantung mengurangi kolesterol dalam darah, memperbaiki sel yang rusak,
menghaluskan kulit, melangsingkan tubuh, mencegah kanker, serta melancarkan
sirkulasi darah.
Tata letak pabrik merupakan suatu proses untuk merancang atau mengatur
sebuah tata letak fasilitas yang bersifat fisik atau kasat mata seperti mesin atau
peralatan, lahan, bangunan, dan ruang. Tujuan dari pengaplikasian tata letak ini
yaitu untuk mengoptimalkan keterkaitan antara pekerja, aliran bahan, aliran
informasi dan metode yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dari perusahaan
tersebut (Apple 1990). Tata letak merupakan hal yang penting karena di dalam
tata letak itu sendiri ada sebuah rencana untuk melihat apakah tata letak tersebut
tertata dengan baik sehingga akan menimbulkan dampak yang positif pada
kelancaran proses produksi dan akan meningkatkan produktivitas dari perusahaan
tersebut, karena pentingnya perencanaan tata letak tersebut maka di dalam Praktik
Kerja Lapang ini membahas tentang topik tata letak.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MUHAMMAD ALIEF MAULIDI WIJAYA |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | TATA LETAK; FASILITAS PABRIK; TEH; PTPN XII SIRAH KENCONG BLITAR |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:52 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6058 |
