TRUNOJOYO-KP-24084-180311100018-PKL_180311100018_Eka Ratna Fitria Sari .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Tanaman semangka tergolong tanaman berbunga tidak sempurna (tiap-tiap
bunga hanya mempunyai satu alat reproduksi, putik atau serbuk sari saja).
Penyerbukan bunga semangka membutuhkan bantuan serangga dan angina, serta
dapat pula di bantu dengan penyerbukan buatan (Wihardjo, 1993). Efektifitas
penyerbukan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia penyerbuk serta
jumlah berapa yang harus diserbukkan. Sementara itu waktu penyerbukan juga
menentukan keberhasilan produksi. Penyerbukan untuk pembentukan buah dan biji
menjadi penentu tinggi rendahnya produksi semangka. Keberhasilan penyerbukan
di pengaruhi oleh kematangan dari bunga jantan dan bunga betina itu sendiri. Masa
kematangan stigma dan polen pada sebagian besar tumbuhan bunga terjadi dalam
waktu singkat, yaitu antara 1-3 hari. Bahkan ada beberapa jenis tumbuhan, masa
kematangan stigma dan polen hanya terjadi beberapa jam saja (Heslop-Harrison &
Heslop-Harrison, 1970).Oleh karena itu, diperlakukan waktu yang tepat untuk
melakukan penyerbukan buatan.
Semangka adalah tanaman semusim menjalar yang mana permukaan
tanaman tertutup bulu-bulu halus dan tajam dengan daunnya yang lebar dan
menjari. Batang tanaman semangka kecil panjang, sehingga dapat menjalar pada
bambu dan tanah. Tanaman semangka adalah tanaman dengan bunga berumah satu
yang mana bunga jantan berbentuk terompet, sedangkan bunga betina mempunyai
bakal buah berbentuk bulat sebesar kelereng. Bunga pada tanaman semangka
tumbuh dari ketiak daun yang berbeda-beda dengan jumlah bunga jantan pada
umumnya jauh lebih banyak daripada bunga betina dan warna bunga tanaman yakni
berwarna kuning. Pembungaan tanaman membutuhkan bantuan dalam melakukan
proses penyerbukannya (Wijayanto et al., 2012).
Benih merupakan salah satu komponen dalam budidaya tanaman yang
merupakan kunci keberhasilan usaha tani. Menurut (Kementrian pertanian,
2019)Nomor:42/Kpts/SR.130/D/10/2019. Benih adalah tanaman hortikultura atau
bagian darinya yang digunakan untuk memperbanyak dan/atau mengembangbiakan
tanaman. Benih hibrida ialah benih yang dihasilkan dari persilangan antara dua atau lebih tetua pembentuknya dan/atau galur induk inbrida homozigot. Materi genetik
yang digunakan dalam persilangan harus berasal dari tetua yang unggul, dalam hal
ini yaitu tetua betina sebagai sumber putik dan tetua jantan sebagai sumber serbuk
sari. Viabilitas serbuk sari yang digunakan akan mempengaruhi viabilitas benih
yang dihasilkan (Widiastuti Palupi, 2008).
Berdasarkan uraian diatas, maka perlu diketahui tentang teknik ekstraksi
pada buah semangka untuk memperoleh produksi benih yang berkualitas dan
bermutu. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan serta pengembangan ilmu
mengenai teknik ekstraksi biji semangka dalam produksi benih dengan cara yang
baik dan benar sehingga dapat menghasilkan benih unggul yang sesuai dengan
harapan melalui tahapan-tahapan ekstraksi, sehingga mahasiswa melakukan
Praktek Kerja Lapang (PKL) di PT Benih Citra Asia Jember yang merupakan salah
satu perusahaan pembenihan yang terdapat di Indonesia tepatnya di Desa
Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. PT Benih Citra Asia
dipercaya akan membantu capaian tujuan di atas.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM EKA RATNA FITRIA SARI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | EKSTRAK BIJI; BIJI SEMANGKA ; PT BENIH CITRA ASIA JEMBER |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:52 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6040 |
