TRUNOJOYO-KP-24075-190321100020-SHINTIYA ISNAENY#190321100020#AGRIBISNIS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Sektor pertanian mempunyai nilai yang besar dalam meningkatkan
ketahanan pangan dunia, kesejahteraan petani dan untuk menjaga
kelestarian lingkungan hidup. Sektor pertanian dapat berperan sebagai
pengentasan kemiskinan dan dapat meningkatkan kesajahteraan petani
karena dengan adanya pertanian yang berkelanjutan dapat meningkatkan
pendapatan dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Melalui tindakan
peningkatan produksi produk pertanian yang dilakukan secara seimbang dan
melibatkan daya dukung ekosistem sehingga dapat melanjutkan
keberlanjutan produksi dalam jangka panjang dan meminimalisir terjadinya
kerusakan lingkungan sekitar. Kemampuan sektor pertanian di dalam
peningkatan produksi dan pengentasan kemiskinan akan ditentukan oleh tiga
faktor, yaitu kemampuan mengatasi kendala pengembangan produksi,
kapasitas dalam melakukan reorientasi dan implementasi arah dan tujuan
pengembangan agribisnis dan keberhasilan pelaksanaan program
diversifikasi usaha tani di lahan sawah dengan mempertimbangkan komoditas
alternatif nonpadi seperti hortikultura (Wulanadari, 2009).
Komoditas Hortikutura adalah salah satu sektor penyumbang ekonomi
di Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Komoditas sayur dan buah dapat
memberikan kontribusi sebesar untuk menyumbang pendapatan daerah. Hal
ini dapat menjadikan gambaran bahwa Kecamatan Rengel adalah daerah
pertanian yang cukup potensial.
Secara geografi wilayah Kecamatan Rengel pada bagian timur
berbatasan dengan Kecamatan Plumpang, pada sebelah barat berbatasan
dengan Kecamatan Soko, sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan
Grabakan dan pada sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kanor
yang berada di Kabupaten Bojonegoro yang dibatasi langsung oleh Sungai
Bengawan Solo. Oleh karena Kecamatan Rengel dekat dengan Sungai
Bengawan Solo maka daerah ini dapat dianggap sebagai daerah subur
dengan tingkat pengairan yang selalu ada sepanjang tahun. Tidak heran jika
Kecamatan Rengel menjadi lumbung pangan yang ada di Kabupaten Tuban
karena setiap tahunnya tanaman akan tumbuh subur di daerah ini. Komoditas
yang biasa di tanam adalah padi, jagung dan tanaman hortikultura. Cabai termasuk ke dalam jenis suku terong-terongan dan merupakan
tanaman yang dapat tumbuh di dataran tinggi maupun di dataran rendah.
Cabai banyak mengandung vitamin C dan vitamin A juga mengandung sejenis
minyak atsiri capsaisin yang dapat menimbulkan rasa pedas dan memberi
rasa panas jika di gunakan sebagai bahan rempah. Cabai memiliki volume
ekspor yang besar dan stabil. Salah satu negara tujuan ekspor adalah Arab
Saudi dan Taiwan. Cabai merah besar adalah salah satu komoditas yang
terbilang cukup penting dalam kehidupan sehari hari contohnya adalah
sebagai bumbu masakan, sambal dan lalapan bagi orang yang gemar
mengkonsumsinya. Cabai merah besar juga dimanfaatkan sebagai bahan
industri cabai bubuk dan sambal instan. Cabai merupakan komoditas yang
penting dan harus diupayakan untuk ditingkatkan proses produksi serta
produktivitasnya pada daerah Kecamatan Rengel agar didapatkan pasokan
cabai merah besar sesuai dengan permintaan dan peningkatan konsumsi
masyarakat dan permintaan pasar lokal maupun pasar nasional.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SHINTIYA ISNAENY; MOHAMAD WISNU MUKTI; REZA MAULANA AL- FARISI |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | AGRIBISNIS; CABAI MERAH BESAR ; BPP KECAMATAN RENGEL KABUPATEN TUBAN |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:52 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6012 |
