LAJU PERTUMBUHAN BIBIT IKAN KERAPU HYBRID CANTANG DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU SITUBONDO

ACHMAD RIZAL SETIAWAN (2022) LAJU PERTUMBUHAN BIBIT IKAN KERAPU HYBRID CANTANG DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU SITUBONDO. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24071-190341100021-Achmad Rizal Setiawan#190341100021#Ilmu Kelautan.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24071-190341100021-Achmad Rizal Setiawan#190341100021#Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Laju pertumbuhan merupakan proses perubahan kondisi tubuh bibit ikan
yang meliputi panjang dan berat bibit ikan. Laju pertumbuhan diperngaruhi oleh
beberapa faktor seperti faktor internal dan faktor eksternal, contohnya pola dan
jenis pemberian pakan dan kondisi lingkungan tempat budidaya. Pola dan jenis
pemberian pakan harus teratur dan mempunyai kualitas yang bagus agar bibit
yang dihasilkan mempunyai pertumbuhan yang cepat dan sehat (Yanuar, 2017).
Jenis ikan kerapu yang cukup diminati dengan kualitas yangbaik adalah
ikan Kerapu Hybrid Cantang (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus
lanceolatus), kerapu jenis ini mempunyai kemampuan bertahan hidup yang lebih
tinggi, pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan jenis kerapu lainnya,
dan lebih tahan penyakit. Proses pertumbuhan dari bibit sangat mempengarui
proses budidaya ikan kerapu, karena benih yang berkualitas sangat berpengaruh
terhadap budidaya ikan kerapu. Menurut Sutamat (2013) Ikan kerapu cantang
mempunyai perbedaan dengan jenis kerapu lainnya, kerapu cantang mempunyai
sifat alometrik yang menyebabkan pertumbuhan panjang tidak sesuai dengan
pertambahan berat ikan, sehingga laju pertumbuhannya relatif lambat.
Bibit ikan merupakan aspek yang sangat berpengaruh terhadap
perkembangan suatu budidaya, karena bibit ikan merupakan hal dasar yang
dibutuhkan dalam perkembangan budidaya. Proses pertumbuhan bibit ikan
kerapu hybrid cantang dimulai dari awal tebar, perhitungan umur dimulai dari telur
menetas, kemudian tumbuh menjadi larva antara umur 1 sampai 15 hari, kemudian
masuk ke dalam fase pasca larva antara umur 16 – 45 hari, dan tahap terakhir
yaitu fase ikan sejati dari umur 46 hari sampai dewasa (Sutamat, 2013).
Praktik Kerja Lapang merupakan salah satu bentuk pengaplikasian secara
sistematis antara pendidikan dengan penguasaan keahlian yang didapatkan
secara langsung melalui pengalaman kegiatan kerja secara langsung di suatu
instansi atau tempat kerja. Hal tersebut merupakan salah satu faktor praktik kerja
lapang merupakan kegiatan akademik yang harus diikuti oleh mahasiswa (Arifin,
2014). Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) merupakan salah satu instansi
yang berada di bawah naungan Direktorat Jendral Perikanan Budidaya lingkup
Kementerian Kelautan Perikanan (KKP). BPBAP Situbondo merupakan instansi pusat budidaya ikan kerapu terbaik yang ada di Indonesia yang sudah di akui oleh
manca negara. Budidaya perikanan yang mempunyai nilai komoditas yang cukup
baik untuk dibudidayakan adalah budidaya ikan kerapu (Miranti ,2020).
Pentingnya informasi terkait laju pertumbuhan ikan kerapu hybrid cantang
di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo untuk menyediakan dan
memasok bibit unggul yang umumnya dibutuhkan oleh petambak kerapu cantang
untuk pembesaran yang siap komersil, sehingga hal tersebut yang melatar
belakangi kegiatan PKL ini dilakukan Dedi, 2018 ).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
ACHMAD RIZAL SETIAWAN
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords BIBIT IKAN; IKAN KERAPU HYBRID CANTANG; BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU SITUBONDO
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:52
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/6006

Actions (login required)

View Item
View Item