KONDISI KLOROFIL-A DI SELAT MADURA PADA MUSIM BARAT DAN TIMUR TAHUN 2000 (LA NINA), 2010 (NETRAL) DAN 2014 (EL NINO)

INDAH ANGGARAENI (2022) KONDISI KLOROFIL-A DI SELAT MADURA PADA MUSIM BARAT DAN TIMUR TAHUN 2000 (LA NINA), 2010 (NETRAL) DAN 2014 (EL NINO). S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24066-190341100066-INDAH ANGGARAENI#190341100066#ILMU KELAUTAN.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24066-190341100066-INDAH ANGGARAENI#190341100066#ILMU KELAUTAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara maritim yang hampir 2/3 wilayahnya
adalah lautan dengan banyak gugusan pulau yang dihubungkan oleh perairan
(Kurnianingsih et al., 2017). Indonesia memiliki potensi yang besar dalam
bidang maritim, seperti perikanan. Salah satu wilayah yang berpotensial dalam
bidang perikanan adalah Perairan Selat Madura. Selat madura merupakan
Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) II yang ada pada Provinsi Jawa Timur
dan memilliki luas sekitar 10.962 km2 hal tersebut menjadikan Perairan Selat
Madura menempati urutan ke-3 setelah Laut Jawa dan Samudera Hindia.
Adapun sumberdaya ikan yang dapat ditemukan pada Perairan Selat Madura
antara lain ikan layang, ikan kembung, ikan kurisi, ikan teri, ikan selar, ikan
tembang, ikan layur, ikan tongkol dan ikan tenggiri (Hidayah et al., 2020).
Banyaknya ikan yang ditemukan di Perairan Selat Madura tentunya
memiliki sejumlah faktor yang mempengaruhi kualitas perairan tersebut.
Produktivitas primer merupakan perubahan karbon anorganik menjadi karbon
organik. Produktivitas primer dari suatu perairan dapat diketahui dengan
kelimpahan fitoplankton yang berperan dalam proses fotosintesis. Fitoplankton
dapat ditemukan dari permukaan air laut hingga pada kedalaman tertentu
dimana intensitas cahaya masih bisa menembusnya untuk melakukan
fotosintensis (Nuzapril et al., 2019). Klorofil-a merupakan indikator untuk
mengetahui kelimpahan fitoplankton di suatu wilayah perairan (Nuzapril et al.,
2017). Klorofil-a juga disebut dengan pigmen fotosintetik dari fitoplankton.
Indeks klorofil-a dapat menghubungkan produksi ikan karena adanya sebaran
klorofil-a pada suatu perairan yang mengindikasikan banyaknya ikan pada
wilayah perairan tersebut (Prayoga et al., 2017). Konsentrasi klorofil-a
dipengaruhi oleh kondisi musim dan fenomena iklim, salah satunya adalah
fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) yang t erbagi menjadi fase El
Nino dan La Nina (Nurkhairani et al., 2018).
ENSO merupakan variabilitas tahunan yang menonjol di wilayah Pasifik
tropis karena memberikan pengaruh iklim yang signifikan di berbagai wilayah yang ada di seluruh dunia (Su et al., 2018). ENSO terjadi karena interaksi
antara laut dan atmosfer yang dimodifikasi dari proses dinamika dari ENSO itu
sendiri (Putra et al., 2020). Berdasarkan hal tersebut diperlukan penelitian
mengenai konsentrasi klorofil-a di Selat Madura saat kondisi normal dan ENSO
akankah ditemukan perbedaan jumlah konsentrasi atau tidak.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
INDAH ANGGARAENI
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords KLOROFIL-A; SELAT MADURA; MUSIM BARAT DAN TIMUR
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:51
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5996

Actions (login required)

View Item
View Item