TRUNOJOYO-KP-24057-190341100077-Ihsa Arsy Pradana#190341100077.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan salah satu bidang ilmu yang
tergolong baru, yang saat ini sudah sanggup merampungkan kasus routing, baik
buat kasus pencarian rute terpendek, juga kasus TSP (travelling salesman
problem). Pencarian rute terpendek adalah kasus pada kehidupan sehari-hari,
aneka macam kalangan menemui kasus yg sama pada pencarian rute terpendek
menggunakan variasi yg berbeda, dimana buat penentuan rute terpendek
diharapkan ketepatan pada penentuan jalur terpendek antar suatu titik atau lokasi
yg pada inginkan. Hasil penentuan jalur terpendek nantinya akan sebagai
pertimbangan pada menerangkan jalur yg ditempuh sang warga menggunakan
bantuan igamb berita geografis (Rosfania,2015)
Teknologi Sistem Informasi Geografis bisa dipakai buat pemeriksaan ilmiah
ataupun untuk pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi
dan perencanaan rute. Misalnya, SIG sanggup membantu perencana untuk secara
cepat menghitung ketika tanggap darurat waktu terjadi bala alam, atau SIG bisa
digunakan buat mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan proteksi dari
suatu polusi atau bisa dipakai mencari berita dari sebuah loka spesifik dan poly
manfaat lain yg bisa dikembangkan pada gambar berita geografis ini
(Rosdania,2015)
Pemetaan merupakan suatu proses penyajian berita muka bumi yang
sebenarnya dan konkret baik bentuk bagian atas buminya juga bentuk sumbu
alamnya, dari skala peta, system proyeksi gambar simbol menurut unsur bagian
atas bumi yg disajikan. Peta merupakan wahana berita tentang lingkungan dan
bentuk bagian atas bumi yang pada gambar dalam bidang datar. Pekerjaan gambar
sipil biasanya membutuhkan peta aneka macam macam jenis yang bisa membantu
ataupun memudahkan pada merampungkan pekerjaan (Kholil,2017)
Teknologi modern Sistem Informasi Geografi (SIG) dan penginderaan jauh
(inderaja) dapat digunakan untuk mendapatkan data spasial digital dengan cepat
dan akurat, sehingga mampu menjawab masalah kebutuhan informasi para
pemangku kebijakan. Aplikasi teknologi inderaja yang multi konsep, dapat
dimanfaatkan untuk memprediksi luas area. Teknologi inderaja yang banyak
menggunakan citra satelit, yang digunakan saat ini, seringkali terkendala oleh
tutupan awan, terutama pada saat musim hujan (Hakim, 2021)
Era modern pada saat ini pemotretan udara tidak hanya menggunakan
pesawat berawak, namun dapat juga menggunakan Pesawat Tanpa Awak atau
UAV (Unamanned Aerial Vechicle) pesawat tanpa awak ini lebih dikenal dengan
istilah drone yang saat ini dengan harga terjangkau, mudah didapatkan serta
memiliki kemapuan melakukan pemotretan seperti pesawat berawak. Kelebihan
utama dari drone, dibandingkan dengan pesawat berawak adalah bahwa drone
dapat digunakan pada situasi dengan resiko tinggi, tanpa perlu membahayakan
nyawa manusia, dan pada area yang tidak dapat diakses. Drone umumnya terbang
pada ketinggian rendah sehingga foto yang dihasilkan terbebas dari awan (Stefano,
2020)
Digitasi merupakan proses pembentukan data spasial yang berasal dari
data raster menjadi data vektor. Dalam sistem informasi geografis dan pemetaan
digital, data vektor banyak digunakan sebagai dasar analisis dan berbagai proses.
Dalam konteks pemetaan digital, digitasi merupakan proses menggambarkan
kondisi bumi ke dalam sebuah bidang datar ke dalam data digital menggunakan
komputer. Apabila ditinjau dari medianya, digitasi dapat diartikan sebagai
pengubahan data peta cetak analog (hardcopy) menjadi data digital atau softcopy
(Luthfina, 2019)
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Ihsa Arsy Pradana |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | DIGITASI; GRESIK |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:51 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5974 |
