TRUNOJOYO-KP-24052-180341100011-PKL_SUYUN QORIDATUL BAHIYAH_180341100011.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (608kB)
Abstract
Garam dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan senyawa kimia yang
bagian utamanya adalah Natrium Klorida (NaCl) dengan zat-zat pengotor CaSO4,
MgSO4, MgCl2 dan lain-lain. Garam merupakan salah satu kebutuhan sebagai
pelengkap pangan.Proses pembuatan garam dapat dilakukan dengan beberapa
kategori berdasarkan perbedaan kandungan NaCl nya sebagai unsur utama. Di
Indonesia garam banyak diproduksi dengan cara menguapkan air laut pada
sebidang tanah pantai. Laju penguapan sangat tergantung pada kelembaban udara,
kecepatan angin dan laju energi matahari metode lainnya adalah dengan cara
penambangan batuan garam (rock salt) dan sumur air garam (brine) produksi
garam biasanya dilakukan pada saat musim kemarau (Rositawati et al 2013)
Pembagian kualitas garam ditentukan oleh penggunaannya, sehingga
dikenal dengan beberapa jenis garam yaitu garam farmasi, garam industri dan
garam konsumsi. Garam farmasi merupakan garam dengan kualitias tertinggi
dengan kadar NaCl 99,5%, biasanya digunakan dalam pembuatan
infus,shampoo dan cairan dialisat, garam industri untuk keperluan natrium
hidroksida dan pengeboran minyak dengan kadar NaCl berkisar 97%, garam
konsumsi rumah tangga dengan kadar NaCl berkisar 94,7% (Rismana dan Nizar
2014).
Garam konsumsi adalah garam yang digunakan sebagai bahan baku
produksi bagi industry garam konsumsi beryodium (garam meja). Jenis garam ini
digunakan sebagai aneka pangan yang memiliki kadar NaCl minimal 94,7% dan
garam untuk pengasinan ikan (Jaya et al 2016) Probolinggo merupakan salah satu
daerah penghasil garam di pulau jawa. Disana banyak kelompok usaha pembuatan
garam. Salah satunya yaitu Tambak Garam Kalibuntu Sejahtera 1. Untuk saat ini
inovasi garam banyak dilakukan salah satunya adalah garam pangan yang
digunakan untuk pengasinan maupun pengawetan makanan. Inovasi garam pangan sebagai konsumsi dapat dilakukan dengan menambahkan rasa durian
untuk menambah cita rasa garam. Durian merupakan buah yang memiliki aroma
khas dan memiliki nilai gizi yang banyak sehingga menjadi salah satu campuran
yang cocok untuk garam konsumsi. Durian dikenal sebagai raja buah dan
merupakan buah khas negara Asia Tenggara dan banyak di sukai oleh masyarakat,
begitupun dengan masyarakat Probolinggo. Durian banyak di perjualbelikan di
sepanjang jalan Probolinggo – Banyuwangi. Hal ini membuat penulis tertarik
untuk menjadikan durian sebagai sampel dalam pembuatan garam rasa-rasa.
Berdasarkan hal tersebut, pada pelaksanaan Praktik Kerja Lapang ini dilakukan
kegiatan untuk mempelajari cara pembuatan garam rasa durian menggunakan
media geomembrane dari air laut yang dicampur dengan perasa durian serta
mengetahui karakteristik fisik hasil garam.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SUYUN QORIDATUL BAHIYAH |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PROSES PRODUKSI; GARAM; ; KUGAR KALIBUNTU SEJAHTERA 1 KAB PROBOLINGGO |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:51 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5966 |
